
Reporter: Pandu Persada - Foto: Barly Isham
PERSIB U18 melanjutkan momentum kebangkitan dengan meraih kemenangan kedua secara beruntun atas Persijap Jepara pada pertandingan lanjutan Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE 2026/2027. Sempat tertinggal lebih dulu, Maung Ngora membalikkan keadaan untuk menang 2-1 atas Persijap di SPOrT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Minggu, 25 Oktober 2026.
Pertandingan berlangsung ketat dan diwarnai kartu merah untuk masing-masing tim. PERSIB U18 harus kehilangan Qaishar Raffasya Aulia di ujung babak pertama karena pelanggaran yang dianggap membahayakn lawan. Sedangkan pemain Persijap, Mochamad Zeldgan Widianto diusir wasit pada menit 85 karena bersitegang dengan pemain PERSIB, Girly Andrade Guevara menit 85.
Persijap lebih dulu memimpin melalui gol Kaka Akhdan Arkana pada menit 55. Tertinggal satu gol, Maung Ngora meningkatkan tekanan dan berhasil menyamakan kedudukan lewat Girly Andrade Guevara pada menit 66.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Raushan Dzakwan Fakhrizi muncul sebagai penentu. Golnya pada menit 88 memastikan PERSIB U18 menuntaskan laga dengan kemenangan 2-1 sekaligus mengamankan tiga poin di kandang.
Hasil positif ini melengkapi kemenangan PERSIB U18 atas Persijap pada pertemuan pekan ketujuh. Dua kemenangan beruntun tersebut menjadi dorongan penting bagi Maung Ngora untuk memperbaiki posisi dan meningkatkan kepercayaan diri dalam persaingan Grup B.
PERSIB U18 kini menempati peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 8 poin dari enam pertandingan, hasil dua kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan. Maung Ngora masih terpaut 13 poin dari Borneo FC yang berada di posisi pertama.
Pelatih PERSIB U18, Tito Agung Setiawan, bersyukur tim asuhannya mampu menyapu bersih kemenangan dalam dua pertemuan melawan Persijap. Ia berharap hasil tersebut menjadi titik awal kebangkitan mentalitas pemain untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Alhamdulillah, kami bisa sapu bersih kemenangan di minggu ini. Yang paling penting ini mudah-mudahan jadi momentum ya buat kebangkitan mentalitas anak-anak," ungkap Tito setelah pertandingan.
Tito mengakui perjuangan anak asuhnya tidak mudah, terutama setelah harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Namun, kebersamaan dan daya juang tim membuat PERSIB U18 mampu bangkit meski sempat tertinggal.
"Melihat pertandingan, sejak babak pertama, kami sudah harus kehilangan 1 pemain. Tapi, di babak kedua, kami main bareng-bareng. Meski sempat tertinggal, kami bisa balik unggul karena daya juang anak-anak, dan alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan," tambahnya.
Meski mengapresiasi peningkatan kepercayaan diri pemain, Tito menegaskan masih ada hal yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah kemampuan mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan lawan, yang dalam pertandingan ini berujung pada kartu merah bagi pemain PERSIB U18.
"Setelah pertandingan terlihat, anak-anak lebih percaya diri dan itu modal penting buat pertandingan-pertandingan berikutnya. Dengan tekanan lawan, ritme permainan anak-anak sempat terbawa dan menyikapi itu dengan kontrol emosi yang kurang baik hingga akhirnya ada pemain kami yang terkena kartu merah. Itu akan jadi catatan bagi kami," bebernya.***


