
Reporter/Foto: Raissa Amira Adawiyah (Magang)
Nobar Biru kembali digelar untuk menemani perjuangan PERSIB menghadapi Manila Digger FC pada babak pendahuluan AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027, Senin, 31 Agustus 2026. Salah satu titik Nobar Biru berlangsung di Graha PERSIB Lantai 1, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung.
Tanpa dukungan langsung Bobotoh dari tribun Stadion Si Jalak Harupat, suasana dukungan untuk Maung Bandung tetap terasa. Bobotoh dari berbagai kalangan berkumpul dan menyaksikan laga penting tersebut bersama-sama.
Salah satunya datang dari komunitas Bodisnet (Bobotoh Disabilitas Netra). Sebanyak 16 anggota komunitas tersebut hadir di Graha PERSIB untuk merasakan atmosfer pertandingan sekaligus memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya.
Mereka datang dari komunitas yang kini beranggotakan 77 orang dan tersebar di berbagai daerah. Salah satu di antaranya adalah Ahmad Hidayat (37), Ketua Bodisnet sekaligus Bobotoh asal Cibuntu Bandung.
Bagi Ahmad dan rekan-rekannya, kehadiran di Nobar Biru bukan sekadar aktivitas menonton pertandingan. Mereka ingin menunjukkan bahwa kecintaan terhadap PERSIB tidak mengenal batas, termasuk bagi Bobotoh dengan keterbatasan penglihatan.
"PERSIB itu bukan hanya milik Bobotoh umum atau yang bisa melihat, tetapi dapat dinikmati oleh Bobotoh dari semua kalangan, termasuk kami sebagai yang tunanetra," ujar Ahmad.
Keterbatasan penglihatan, menurut Ahmad, sama sekali tidak mengurangi rasa memiliki terhadap PERSIB. Bodisnet bahkan beberapa kali hadir langsung untuk memberikan dukungan di Stadion Si Jalak Harupat maupun Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
"Memang kami tidak bisa melihat, tapi kami merasakan PERSIB dengan hati. Jadi, fisik terbatas, mencintai PERSIB tanpa batas," tuturnya.
Kehadiran di Graha PERSIB juga memberikan pengalaman tersendiri bagi Bodisnet. Ahmad mengatakan, komunitasnya baru kali ini berkesempatan mengikuti kegiatan nobar bersama di tempat yang dianggap sebagai rumah bagi PERSIB.
"Kita ingin merasakan nobar istilahnya di rumahnya PERSIB, di jantungnya PERSIB, di hatinya PERSIB, yaitu Graha PERSIB," kata Ahmad.
Semangat yang sama dirasakan Indrayati Suherman (53). Bobotoh asal Bandung yang telah mencintai PERSIB sejak 1986 tersebut hadir bersama rekan-rekannya dari Bodisnet. Bagi Indrayati, Nobar Biru menjadi ruang untuk berbagi kebahagiaan dan merasakan kebersamaan dengan sesama Bobotoh. Terlebih, pertandingan melawan Manila Digger harus berlangsung tanpa penonton di stadion.
"Ingin berbagi kebahagiaan, ingin sama-sama nonton bareng. Biasanya dengar atau debar bareng, sering juga di tempat-tempat lain," ujar Indrayati.
Menurutnya, kondisi pertandingan yang tidak bisa dihadiri Bobotoh secara langsung membuat Nobar Biru terasa semakin berarti. "Karena tidak ada penonton, ingin merasakan kebersamaan di Nobar Biru," katanya.
Indrayati pun berharap perjalanan PERSIB di kompetisi Asia musim ini berlanjut dengan prestasi. Namun, lebih dari sekadar hasil pertandingan, ia menegaskan bahwa kecintaannya kepada PERSIB tidak bergantung pada kemenangan atau kekalahan.
"Jangan sampai tertinggal, pengennya PERSIB selalu juara. Tapi apapun hasilnya, PERSIB tetap punya saya dan punya semua Bobotoh," tuturnya.***


