
Pandu Persada
The Three-Peat Trophy menjadi magnet kuat bagi masyarakat untuk mengenal PERSIB lebih dekat. Untuk pertama kalinya, tiga trofi juara yang diraih Pangeran Biru secara beruntun itu dipamerkan kepada publik di event bertajuk Cultura PERSIB di Grey Art Gallery, Rabu, 1 Juli 2026.
Event spesial yang akan berlangsung hingga 14 Juli 2026 ini menghadirkan kesempatan langka bagi Bobotoh dan masyarakat umum untuk melihat dari dekat simbol kejayaan PERSIB dalam era three-peat champions.
Kehadiran tiga trofi bersejarah tersebut menjadi daya tarik utama di antara berbagai karya dan koleksi yang telah lebih dahulu menghiasi ruang pamer Cultura PERSIB. Beragam karya seni dari seniman kenamaan, hasil bidikan fotografer, hingga koleksi bernilai historis tentang PERSIB semakin memperkaya pengalaman pengunjung.
Namun lebih dari sekadar pameran trofi, event ini menghadirkan ruang pertemuan antara sejarah, kebanggaan, dan ikatan emosional lintas generasi. Hal itu dirasakan Yosep, salah satu pengunjung asal Kota Bandung. Ia mengaku bahagia melihat putranya begitu antusias saat menyaksikan langsung trofi dan jersey PERSIB yang selama ini hanya dilihat dari layar atau stadion.
Bagi Yosep, kunjungan ini bukan sekadar mengisi waktu bersama keluarga, tetapi juga menjadi momen penting untuk mewariskan kecintaan terhadap PERSIB kepada generasi berikutnya.
"Senang pastinya, lihat anak lihat-lihat piala dan jersey tim PERSIB yang dia suka. Saya ingin ada semacam transfer budaya karena PERSIB bukan hanya sepak bola, tapi sudah menjadi budaya. Seperti saya kenal lewat ayah dan kakek, nah sekarang saya turunkan ke anak tentang kecintaan terhadap PERSIB ini," kata Yosep.
Cerita berbeda datang dari Gifani, seorang ibu asal Banjaran, Kabupaten Bandung. Jika Yosep mewariskan kecintaan kepada anaknya, Gifani justru mengenal PERSIB lebih dalam berkat kedua buah hatinya.
Ia datang bersama Arsabil (4) dan Arsaka (10), dua putranya yang sudah lebih dulu jatuh cinta kepada Maung Bandung. Bahkan, Arsaka diketahui mengidolakan gelandang muda PERSIB, Beckham Putra Nugraha.
Kunjungan ke Grey Art Gallery pun menjadi pengalaman baru bagi seluruh keluarga. "Saya sekarang jadi lebih tahu, seperti ini pelatihnya (Bojan Hodak). Kalau anak-anak sudah tahu dan suka PERSIB dari tahun kemarin. Jadi, saya datang ke sini bawa anak-anak selain karena libur, tapi juga ingin saya dan anak-anak jadi tahu lebih banyak soal PERSIB," ujar Gifani.
Antusiasme pengunjung ini menunjukkan bahwa PERSIB telah melampaui identitas sebagai klub sepak bola semata. PERSIB telah tumbuh menjadi bagian dari budaya, identitas, dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat.***


