
Pandu Persada
Di masa-masa awal bergabungnya Bojan Hodak ke PERSIB pada awal musim 2023/24, pelatih asal Kroasia itu langsung melakukan perubahan yang signifikan di dalam sistem permainan Maung Bandung.
Perubahan apa yang dimaksud? Dan, bagaimana dampaknya terhadap tim? Dapatkan jawabannya hanya di The Untold Stories Back to Back Champions Episode 2 pada kanal Youtube PERSIB!
"Ada beberapa hal, tapi yang pertama adalah saya ingin melihat sistem apa yang ingin mereka mainkan. Karena, mereka bermain dengan sistem tiga pemain belakang yang saat itu, saya pikir tidak cukup bagus untuk tim dan untuk para pemain yang kami miliki," kata Hodak.
Sebelumnya, PERSIB di bawah kepemimpinan Luis Milla, meraih tiga hasil imbang saat menghadapi Madura United 1-1, Arema FC 3-3 dan Dewa United 2-2.
Setelah itu, PERSIB sempat ditangani caretaker, Yaya Sunarya. Pangeran Biru harus mengakui keunggulan PSM Makassar 1-4 tapi kemudian akhirnya bisa menang 2-1 atas Persik Kediri.
Jika diakumulasi, PERSIB meraih sekali menang, 3 imbang dan sekali kalah dalam lima pertandingan dan membuat 9 gol tetapi kebobolan 11 kali. Padahal, Hodak menilai, tim PERSIB saat itu memiliki materi pemain yang lebih baik, terutama dengan kualitas yang dimiliki Nick Kuipers dan Alberto Rodriguez.
"Kami kemasukkan banyak gol dan semua orang menyalahkan para pemain bertahan, seperti Nick dan Alberto. Padahal, mereka adalah pemain-pemain yang bagus tapi bermain di sistem yang salah," ungkap Hodak.***


