
Muhammad Jatnika Sadili
Atmosfer panas sudah terasa jelang laga leg kedua babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/26 antara PERSIB dan Ratchaburi FC. Bermain di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu, 18 Februari 2026, pukul 19.15 WIB, Pangeran Biru menolak menyerah dan mengusung misi kebangkitan untuk mengejar ketertinggalan agregat 0-3 pada leg pertama.
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak mengungkapkan, secara mental, anak asuhnya tidak memerlukan persiapan khusus karena motivasi mereka sudah sangat tinggi. Kekalahan pada pertemuan meninggalkan rasa kecewa dan amarah yang mendalam di ruang ganti.
Hodak memastikan, para pemain sudah melakukan instrospeksi setelah kalah di leg pertama. Ia mengatakan, para pemain menyadari jika mereka memiliki kemampuan untuk tampil lebih baik.
"Rasa tidak puas muncul karena tim merasa seharusnya bisa berbuat lebih banyak pada laga pertama," kata Hodak dalam konferensi pers menjelang laga di GBLA, Sepasa 17 Februari 2026.
Pada pertandingan leg kedua, Hodak pun memiliki opsi lebih banyak menyusul pulihnya sejumlah pemain, termasuk Beckham Putra Nugraha. Ia menegaskan, seluruh pemain dalam kondisi terbaik dan siap tampil habis-habisan untuk memaksimalkan peluang tersisa.
Dari kubu Ratchaburi FC, pelatih Worrawoot Srimaka mengakui, bermain di Bandung bukanlah tugas mudah. Ia menyadari, kekuatan PERSIB yang dikenal sangat tangguh ketika bermain di depan pendukungnya sendiri.
Namun, ia memastikan tidak akan memasang strategi "parkir bus" untuk mempertahankan keunggulan agregat 3-0. Mereka tidak akan mengubah cara bermain mereka dan menolak anggapan hanya akan datang untuk bertahan.
"Meski akan ada momen bertahan tergantung situasi lapangan, mereka tetap memegang teguh filosofi permainan dari leg pertama," ucapnya.***


