
Reporter/Foto: Pandu Persada
PERSIB U20 harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 dengan Persis Solo pada pertandingan lanjutan Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di Lapangan Sriwaru, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Maung Ngora sebenarnya sempat berada di atas angin setelah Eriko Sulastiano membawa PERSIB unggul pada menit 40. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan hingga turun minum. Persis berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Atletico Artha Gading Prasetyo pada menit 45+3.
Hasil imbang ini membuat PERSIB U20 menempati peringkat keempat klasemen sementara Grup B dengan koleksi 13 poin. Maung Ngora mengumpulkan poin tersebut dari empat kemenangan dan satu hasil imbang. Namun, Ariel Syahputra dan kawan-kawan baru memainkan lima pertandingan sejauh ini karena jeda kompetisi dan sejumlah laga tunda.
Pelatih PERSIB U20, Dodik Wahyudi, tetap mensyukuri tambahan satu poin dari lawatan pertama timnya ke markas lawan musim ini. Ia menilai para pemain telah berusaha maksimal, meskipun masih terlihat kurang percaya diri saat menjalani pertandingan tandang.
"Alhamdulillah, kami tetap bersyukur pada pertandingan tandang pertama ini masih bisa mendapat satu poin. Saya melihat, karena ini laga tandang pertama, anak-anak terlihat kurang percaya diri. Itu saja," kata Dodik setelah pertandingan.
Dodik mengakui, PERSIB sempat kesulitan mengembangkan permainan, terutama dalam melakukan transisi positif dari bertahan ke menyerang. Di sisi lain, Persis yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri menunjukkan motivasi tinggi untuk mengamankan kemenangan.
Tim pelatih kemudian melakukan evaluasi saat jeda pertandingan. Hasilnya, permainan Maung Ngora dinilai lebih baik pada babak kedua dengan sejumlah peluang yang berhasil diciptakan. Sayangnya, peluang-peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol tambahan.
"Di babak pertama, kami memang kesulitan melakukan transisi positif (mengirim serangan). Saat jeda, kami perbaiki dan di babak kedua terlihat lebih baik dengan terciptanya beberapa peluang. Jika itu saja bisa dimaksimalkan, saya yakin kami dapat tiga poin," ujar pelatih yang pernah menukangi PSDS Deli Serdang tersebut.
Dodik juga menyoroti tekanan Persis ketika kehilangan penguasaan bola. Lawan mampu melakukan pressing ketat sehingga pemain PERSIB tidak leluasa membangun serangan. Menurutnya, pengambilan keputusan yang lebih cepat menjadi salah satu aspek yang harus segera diperbaiki.
"Ketika Persis Solo hilang penguasaan bola, mereka bisa langsung pressing kami dengan ketat. Sementara, kami tidak cepat mengambil keputusan sehingga cepat kehilangan bola lagi. Kami akan perbaiki hal ini dan semoga besok dapat hasil yang lebih baik," tambahnya.***


