
Reporter: Pandu Persada - Foto: Sutanto Nurhadi Permana
PERSIB U20 kembali menunjukkan dominasinya atas Arema FC. Dalam pertandingan lanjutan Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu, 8 November 2026, Maung Ngora sukses mengamankan kemenangan 3-2.
Raihan Maulana menjadi salah satu aktor penting kemenangan PERSIB U20 dengan mencetak dua gol atau brace. Satu gol lainnya disumbangkan Gerard Anugrah Syamil yang memastikan tiga poin tetap berada di kandang Maung Ngora.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Arema FC lebih dulu membuka keunggulan melalui M. Dimas Aryaguna pada menit ke-12. Namun, PERSIB U20 mampu merespons dengan cepat melalui dua gol Raihan Maulana pada menit ke-18 dan 26 untuk membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1.
Memasuki babak kedua, Arema FC kembali memberikan perlawanan. Dion Nurcahyo mencetak gol pada menit ke-52 sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-2. Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Gerard Anugrah Syamil muncul sebagai penentu. Golnya pada menit ke-83 memastikan PERSIB U20 kembali unggul 3-2 hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan ini membuat PERSIB U20 naik ke peringkat kedua klasemen sementara Grup B dengan koleksi 20 poin. Maung Ngora hanya terpaut dua poin dari Persis Solo yang berada di posisi pertama. Sementara itu, Arema FC menempati peringkat keempat dengan raihan 19 poin.
Pelatih PERSIB U20, Dodik Wahyudi Kusaini, mengapresiasi penampilan para pemain yang dinilainya mampu menjalankan rencana permainan dengan baik. Meski demikian, ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, terutama terkait organisasi pertahanan setelah tim kembali kebobolan dua gol.
"Alhamdulillah, di pertandingan kedua ini kami menang dan secara game plan, anak-anak juga paham apa yang tim pelatih mau. Kami masih ada PR karena kemasukkan 2 gol, ini tidak boleh terjadi lagi," kata Dodik setelah pertandingan.
Selain hasil pertandingan, Dodik memberikan perhatian khusus kepada kontribusi para pemain pengganti. Menurutnya, pergantian pemain memberikan dampak positif terhadap permainan tim, sekaligus menunjukkan bahwa setiap pemain memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi.
Dalam pertandingan ini, tercatat empat pemain dari PERSIB U18 mendapatkan kesempatan tampil sebagai pemain pengganti. Sementara itu, sejumlah pemain PERSIB U20 yang selama ini minim menit bermain juga mampu memanfaatkan kepercayaan dari tim pelatih.
Dodik menilai, situasi tersebut menciptakan persaingan positif di dalam skuad. Ia menegaskan tidak ada batasan antara pemain inti dan cadangan karena setiap pemain memiliki peluang yang sama untuk membuktikan kualitasnya.
"Buat tim, ini sangat bagus karena ada persaingan positif di tim, enggak ada pemain inti atau cadangan. Kontribusi mereka luar biasa dan saya salut dengan perjuangannya terutama tidak takut dengan pemain-pemain U20," bebernya.***


