
Reporter/Foto: Pandu Persada
PERSIB U18 harus mengakui keunggulan tuan rumah Persis Solo dengan skor 2-4 pada pertandingan lanjutan Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di Lapangan Sriwaru, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Dua gol Maung Ngora dicetak Gerard Anugrah Syamil pada menit 6 dan Girly Andrade Guevara melalui tendangan penalti pada menit 36. Sementara itu, Persis mencetak empat gol melalui Ahnaf Sakti Aji (4), Messi Gibran Setiawan (31, 65), dan Raffael Efriliand Clarence (62).
PERSIB U18 tidak didampingi pelatih kepala Tito Agung Setiawan yang harus menjalani sanksi akibat kartu merah pada pertandingan sebelumnya. Untuk sementara, tim dipimpin asisten pelatih Dinan Maulana Nur Fhauzi bersama jajaran staf kepelatihan lainnya.
Dinan menilai pertandingan sempat berlangsung menarik, terutama pada babak pertama ketika kedua tim saling berbalas gol. Namun, ia menyayangkan sejumlah pemain belum mampu menjaga fokus dan konsistensi dalam menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan selama latihan.
"Sebenarnya, pertandingan sempat berjalan menarik lewat saling berbalas gol di babak pertama. Di latihan, kami sudah antisipasi lawan, tapi sepakbola juga soal fokus dan konsistensi menerapkan game play. Terlihat, beberapa pemain belum bisa melakukannya," ungkap Dinan setelah pertandingan.
Memasuki babak kedua, tim pelatih melakukan empat pergantian pemain saat jeda. Gerard Anugrah Syamil, Maulana Malik Ibrahim, Girly Andrade Guevara, dan M. Rivanno Syaputra ditarik keluar. Posisi mereka kemudian ditempati Raafi Nur Widiansyah, Dhaqa Zulian Afandi, Khaikal Reva Putra Heryawan, dan Raushan Dzakwan Fakhrizi.
Pergantian tersebut merupakan bagian dari upaya tim pelatih memberikan kesempatan bermain kepada pemain lain. Namun, Dinan menilai kesempatan itu belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sejumlah pemain pengganti dinilai belum siap menjaga intensitas dan menerapkan hasil latihan ke dalam pertandingan.
"Iya, di babak kedua kami buat perubahan untuk memberi kesempatan bagi pemain lain. Sepertinya, mereka belum siap dan tentunya ini menjadi catatan. Padahal, kami sudah sampaikan pentingnya menjaga kesiapan di segala situasi, karena satu dan dua hal, pemain tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya," ungkap Dinan.
Ia menambahkan, hilangnya fokus dan konsistensi pada babak kedua membuat Persis mampu menemukan celah di lini pertahanan Maung Ngora. Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan tuan rumah untuk mencetak gol ketiga dan keempat.
"Di babak kedua, para pemain pengganti ini kehilangan fokus dan konsistensi dalam mempraktekan hasil latihan ke pertandingan hari ini. Akhirnya, tim lawan bisa memanfaatkan celah di pertahanan kami. Lalu, tercipta gol ketiga dan keempat yang buat kami terpukul," tambahnya.***


