
Reporter/Foto: Pandu Persada
PERSIB U18 harus mengakui keunggulan Garuda United 0-3 pada gim keempat Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di Stadion Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Minggu, 11 Oktober 2026.
Setelah sempat kesulitan membongkar pertahanan Maung Ngora, Garuda United akhirnya membuka keunggulan melalui gol kapten tim, Khadafi Afrian pada menit ke-26. Tuan rumah kemudian menggandakan keunggulan lewat dua gol M. Nazar Alfiansyah pada menit ke-49 dan 57.
PERSIB U18 berusaha memberikan perlawanan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, upaya para pemain Maung Ngora belum membuahkan hasil hingga pertandingan berakhir.
Hasil ini membuat PERSIB U18 menempati peringkat ketujuh klasemen sementara Grup B dengan koleksi dua poin dari empat pertandingan, hasil dua kali imbang dan dua kali kalah.
Pelatih PERSIB U18, Tito Agung Setiawan, mengaku kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Ia kembali menyoroti faktor kebugaran yang dinilai memengaruhi kemampuan pemain dalam menghadapi intensitas pertandingan.
"Sangat mengecewakan. Kembali lagi ke faktor pertama dari kemarin level kebugaran," kata Tito setelah pertandingan.
Tito mengakui, PERSIB U18 sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan untuk mencetak gol. Namun, peluang-peluang tersebut belum dapat dimaksimalkan. Ia juga menilai beberapa pemain yang mendapat kesempatan tampil melalui skema rotasi belum menunjukkan performa sesuai harapan.
Jadwal pertandingan yang berdekatan menjadi salah satu tantangan bagi tim pelatih dalam menjaga kesiapan pemain. Setelah bertanding pada Sabtu (10/10), Maung Ngora harus kembali turun ke lapangan pada Minggu, 11 Oktober 2026.
"Ada beberapa momen tapi, memang pemain belum siap menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi. Dengan format kompetisi ini, kami harus membuat rotasi dari pertandingan Sabtu ke hari Minggu," jelas Tito.
Meski kecewa dengan hasil yang diraih dalam dua pertandingan terakhir, Tito tetap optimistis PERSIB U18 dapat menunjukkan perkembangan seiring berjalannya kompetisi. Ia berharap para pemain mampu meningkatkan kesiapan fisik dan beradaptasi dengan tuntutan pertandingan.
"Seiring berjalannya waktu, saya rasa soal kesiapan pemain itu bisa teratasi terlebih dengan kompetisi sekarang yang dibikin 3 putaran. Saya masih optimistis, kami akan mengalami progres," pungkasnya.***


