
Reporter: Pandu Persada - Foto: Fernando Hero
PERSIB U16 menunjukkan mentalitas pantang menyerah saat menjamu Arema FC pada pertandingan lanjutan Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE. Sempat tertinggal lebih dulu, Maung Ngora bangkit untuk membalikkan keadaan dan menang 3-1 di SPOrT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu, 7 November 2026.
Arema FC sempat mengejutkan tuan rumah melalui gol Maha Dirga Husein Alenta Sulistiyo pada menit ke-54. Namun, PERSIB U16 mampu merespons dengan baik dan mencetak tiga gol balasan.
Rangga Pasha Athaayasyah membuka kebangkitan Maung Ngora lewat gol pada menit ke-65. Setelah itu, Mahdine Sumanda mengambil alih perhatian dengan mencetak dua gol pada menit ke-71 dan 85 sekaligus memastikan kemenangan PERSIB U16.
Tambahan tiga poin membuat PERSIB U16 semakin kokoh di peringkat kedua klasemen sementara Grup B dengan koleksi 21 poin. Maung Ngora kini hanya terpaut tiga poin dari Borneo FC yang menempati posisi teratas. Sementara itu, Arema FC berada di peringkat keenam dengan delapan poin.
Pelatih PERSIB U16, Agi Maulana, mengaku cukup terkejut dengan penampilan Arema FC yang dinilainya jauh lebih baik dibandingkan perkiraan. Permainan disiplin tim tamu sempat membuat Maung Ngora kesulitan mengembangkan serangan, terutama dalam membongkar pertahanan lawan.
"Bisa dibilang terkejut tapi memang di kompetisi usia muda, motivasi tim tamu yang berbeda-beda seperti keinginan mereka untuk memperbaiki posisi, membuat kami sempat kesusahan membongkar pertahanan," kata Agi setelah pertandingan.
Namun, situasi pertandingan berubah setelah jeda. Agi mengaku memberikan sejumlah solusi kepada pemain untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi pada babak pertama. Instruksi tersebut mampu diterapkan dengan baik sehingga PERSIB U16 berhasil membalikkan keadaan.
"Namun setelah kami memberikan solusi saat jeda, alhamdulillah, anak-anak juga bisa menerapkannya secara maksimal, sehingga akhirnya kami bisa mendapat hasil yang diharapkan," tambahnya.
Meski berhasil meraih kemenangan, Agi mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena. Ia ingin para pemain kembali merapatkan barisan dan meningkatkan kedisiplinan serta kekompakan sebagai bekal menghadapi pertandingan berikutnya.
Menurutnya, PERSIB U16 harus tetap berpegang pada karakter permainan sendiri, terlepas dari pendekatan yang diterapkan lawan. Kecepatan mengalirkan bola ke depan, efektivitas menciptakan peluang, serta transisi bertahan menjadi aspek yang harus terus dijaga.
"Bagaimana pun mereka bermain, kami harus kembali bisa mengamankan poin di kandang dengan bermain sesuai dengan permainan kami sendiri yaitu cepat mengalirkan bola ke depan dan menciptakan gol. Begitu juga dengan transisi permainan ke bertahan," pungkasnya.***


