
Muhammad Jatnika Sadili
Momen kembalinya PERSIB ke kompetisi Asia setelah absen 10 tahun dihadapkan dengan jalan terjal. Setelah kekalahan 0-1 dari Port FC pada laga pembuka Grup F AFC Champions League Two (ACL 2) 2024/2025, hasil minor masih harus diterima PERSIB sepanjang Oktober 2024.
Bertandang ke Hangzhou, Cina, 3 Oktober 2024, PERSIB kembali harus menderita kekalahan 0-1 dari Zhejiang FC yang mencetak gol tunggal melalui Kean Evrad Kouassi menit 71.
Tiga pekan berselang, PERSIB yang kembali menjadi tuan rumah juga gagal meraih kemenangan atas Lion City Sailors di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, 24 Oktober 2024. Sempat unggul melalui gol Tyronne Del Pino menit 43, PERSIB harus puas bermain imbang 1-1 setelah tim tamu mencetak gol balasan melalui Bailey Wright.
Bulan Oktober semakin merana ketika Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada Panpel PERSIB atas kerusuhan yang terjadi usai pertandingan melawan Persija Jakarta, September 2024. Hukumannya, larangan menggelar 2 pertandingan kandang dengan penonton (Persebaya Surabaya dan Semen Padang) dan keharusan mengosongkan tribun utara dan selatan pada 3 pertandingan kandang selanjutnya (Borneo FC, Malut United dan Persita Tangerang).
Untungnya, PERSIB tampil konsisten di Liga 1 2024/2025. Tim asuhan Bojan Hodak berhasil menyapu bersih kemenangan dalam dua pertandingan di liga domestik yaitu saat menghadapi Persebaya dan Persik Kediri.
Tanpa dukungan Bobotoh, PERSIB menggulung Persebaya yang tengah berada di puncak klasemen dengan skor 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, 18 Oktober 2024. Dua gol PERSIB dicetak Mohammad Edo Febriansah (22) dan Ciro Alves (71). Sepuluh hari berselang, 28 Oktober 2024, PERSIB mempermalukan Persik 2-0 di Stadion Brawijaya melalui gol bunuh diri Dede Safari (48) dan Tyronne del Pino (79).
Pada bulan ini, PERSIB dan Muhammad Rezaldi Hehanussa juga bersepakat untuk menandatangani perpanjangan kontrak kerja sama hingga 2026.***


