
Reporter: Raisa Amira Adawiyah (Magang) - Foto: Rivan Fauzan Ardiana (Magang)
Kemenangan 1-0 atas FC Seoul pada laga perdana Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 disambut meriah Bobotoh yang mengikuti Nobar Biru di Graha PERSIB, Rabu, 16 September 2026.
Sejak sebelum pertandingan dimulai, Bobotoh telah berdatangan ke Graha PERSIB. Aktivasi bersama Indomie turut menjadi bagian dari rangkaian acara. Bobotoh tidak hanya mendapatkan pengalaman menyaksikan perjuangan Pangeran Biru di kompetisi Asia secara bersama-sama, tetapi juga mengikuti sejumlah aktivitas yang disiapkan selama acara berlangsung, termasuk menghadirkan mantan pemain dan pelatih PERSIB, Djadjang Nurdjaman dan asisten pelatih penjaga gawang I Made Wirawan.
Begitu pertandingan dimulai, suasana Graha PERSIB semakin ramai. Sorakan Bobotoh terdengar mengikuti setiap peluang yang diciptakan Marc Klok dan kawan-kawan. Keriuhan semakin pecah ketika PERSIB membuka keunggulan pada menit kelima melalui Julio Cesar. Berawal dari sepak pojok Marc Klok, bola berhasil dimanfaatkan Julio Cesar untuk membawa PERSIB unggul 1-0.
Gol tersebut langsung disambut Bobotoh dengan sorakan dan lompatan kegembiraan. Mereka berjingkrak, bertepuk tangan, dan saling merayakan keunggulan PERSIB yang bermain jauh dari Bandung.
Memasuki babak kedua, ketegangan kembali terasa. FC Seoul meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyeimbang, sementara Bobotoh di Graha PERSIB terus memberikan dukungan melalui sorakan dan tepuk tangan setiap kali PERSIB berhasil menghalau serangan tuan rumah.
Keseruan mendukung PERSIB di Nobar Biru dirasakan Deyko, Salman, dan Adiva, pelajar SMA Taruna Bakti, Kota Bandung. Deyko dan Salman berusia 15 tahun, sedangkan Adiva berusia 16 tahun. Mereka sengaja datang bertiga untuk menyaksikan perjuangan PERSIB di kompetisi Asia sekaligus mencoba pengalaman baru mengikuti Nobar Biru di Graha PERSIB.
Bagi ketiganya, kesempatan bertemu langsung Made menjadi salah satu hal yang membuat Nobar Biru kali ini semakin menarik. Mereka juga ingin merasakan atmosfer menyaksikan pertandingan PERSIB bersama Bobotoh lainnya.
"Pengen coba hal baru, biasanya nonton sendiri atau di tempat lain. Sekarang coba nobar langsung di Graha PERSIB, sekalian bisa lihat langsung Iman De Irawan," ujar mereka.
Deyko, Salman, dan Adiva berharap perjalanan PERSIB di kompetisi Asia terus berlanjut hingga tahap yang lebih jauh. "Harapannya PERSIB bisa menang, juara ACL, lebih baik lagi di liga, dan bisa melaju lebih jauh di Asia," katanya.
Harapan tersebut akhirnya terwujud dalam bentuk kemenangan. Hingga pertandingan berakhir, keunggulan 1-0 PERSIB tetap bertahan. Peluit panjang pun kembali memicu ledakan kegembiraan di Graha PERSIB. Bobotoh berjingkrak, bertepuk tangan, dan merayakan kemenangan PERSIB atas FC Seoul. Tiga poin dari Seoul menjadi awal perjalanan Pangeran Biru di Grup E ACL Two 2026/2027.
Setelah pertandingan, rangkaian Nobar Biru dilanjutkan dengan jersey ruffle dan pembagian hadiah. Bobotoh juga berkesempatan menyampaikan kesan selama mengikuti Nobar Biru di Graha PERSIB.***


