
Reporter: Pandu Persada - Foto: Fernando Hero
PERSIB U20 melanjutkan tren positifnya di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) ONE 2026/2027. Tim Maung Ngora sukses menundukkan Persijap Jepara dengan skor 4-1 pada pertandingan lanjutan Grup B di SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Sempat mengalami kebuntuan pada awal pertandingan, PERSIB U20 akhirnya membuka keunggulan melalui Eriko Sulastiano pada menit 34. Empat menit berselang, Maung Ngora menggandakan keunggulan lewat gol Malvino Yartana pada menit 38.
Memasuki babak kedua, PERSIB U20 kembali menunjukkan ketajamannya. Kaindra Nabil Purnama Ali mencatatkan namanya di papan skor pada menit 70, sebelum Fajryan Muhamad memastikan kemenangan 4-1 melalui golnya pada menit 90.
Sementara itu, Persijap Jepara U20 sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Kelvin Chandra Prakoso pada menit 85. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menghalangi PERSIB U20 mengamankan tiga poin.
Kemenangan ini membuat PERSIB U20 menempati peringkat ketiga klasemen sementara Grup B dengan koleksi 9 poin. Maung Ngora meraih poin sempurna dari tiga pertandingan yang telah dimainkan, dengan catatan tiga kemenangan.
Pelatih PERSIB U20, Dodik Wahyudi, bersyukur anak asuhnya mampu mempertahankan tren kemenangan meskipun sempat melewati jeda kompetisi dan pekan tunda. Menurutnya, waktu tersebut dimanfaatkan untuk menjaga kesiapan pemain, baik dari aspek fisik maupun teknik dan taktik.
"Terima kasih. Hari ini kami alhamdulillah dapat poin dan melanjutkan tren positif. Namun, 'PR'-nya masih sama, yaitu dalam finishing touch karena masih ada beberapa peluang yang tidak bisa dimaksimalkan. Jadi maksudnya, kami bisa menang dengan gol yang lebih banyak," kata Dodik setelah laga.
Meski puas dengan hasil akhir, Dodik menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi. Selain penyelesaian akhir, ia menyoroti penerapan taktik dan transisi permainan, terutama ketika tim beralih dari menyerang ke bertahan.
"Ya pertahanan juga masih ada catatan selain kami juga mencoba beberapa opsi pemain karena saya pikir, kenapa tidak kita beri kesempatan kepada pemain lain. Kenapa masih kebobolan karena transisi negatifnya masih terlihat perlu perbaikan," bebernya.***


