
Muhammad Jatnika Sadili
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak mengakui, kemenangan 3-2 atas Bali United diraih dengan perjuangan yang tidak mudah. Meski PERSIB akhirnya bisa mengamankan tiga poin, Hodak menyoroti dinamika pertandingan yang berubah drastis setelah timnya harus bermain dengan sepuluh orang pada menit 66.
Sejak awal, pelatih asal Kroasia ini sudah memprediksi bahwa laga melawan Bali United akan berjalan alot. Namun, ia merasa timnya sempat memegang kendali penuh di awal laga sebelum insiden kartu merah terjadi.
"Saya rasa, pada dasarnya sebelum ada pemain dikartu merah, kami bisa menguasai jalannya pertandingan," ujar Hodak dalam sesi konferensi pers usai laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 12 April 2026.
Menurutnya, jika jumlah pemain tetap seimbang, PERSIB memiliki peluang besar untuk mengakhiri perlawanan musuh lebih awal, terutama setelah unggul dua gol.
Situasi menjadi menantang ketika lawan unggul jumlah pemain. Hodak mencatat, faktor fisik mulai berbicara di menit-menit akhir yang menyebabkan gawang PERSIB sempat bobol.
"Setelah mereka tampil dengan satu orang lebih banyak, dan ketika pemain-pemain kami merasa kelelahan, kami kebobolan oleh gol-gol ini," jelas Bojan.
Kendati demikian, Bojan mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Kini, ia meminta tim segera mengalihkan fokus untuk partai selanjutnya.
"Tapi pada akhirnya, kami bisa meraih tiga poin dan fokus untuk menghadapi laga berikutnya," pungkasnya.***


