
Pandu Persada
PERSIB U18 akhirnya harus merelakan tiket final Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/26 kepada Malut United. Kepastian itu terjadi setelah Malut United mengalahkan Bali United 2-1 pada gim terakhir Grup B di Stadion Marimoi, Tidore, Maluku Utara, Minggu, 3 Mei 2026.
Hasil itu menempatkan PERSIB di posisi kedua klasemen akhir dengan mengumpulkan 72 poin, terpaut 1 poin dari Malut United di posisi pertama. Maung Ngora mencatatkan 22 kali menang, 6 imbang dan 4 kalah dari 32 pertandingan.
Meskipun gagal ke final, pelatih PERSIB U18, Tito Agung Setiawan mengatakan, perjuangan para pemain telah mencapai titik maksimal.
"Perjuangan anak-anak sudah luar biasa. Tapi ini youth development, kami akan evaluasi. Ada dari segi skill dan mentalitas kompetisi yang seharusnya tidak terjadi, seperti saat unggul, kami sering hilang konsentrasi, sering kehilangan poin di situ. Itu jadi pelajaran bagi anak-anak juga kami para pembina," ungkapnya.
Dalam pembinaan pemain muda yang berjenjang, sejumlah pemain PERSIB U18 pun mulai dipersiapkan untuk tergabung ke dalam tim PERSIB U20 di kompetisi EPA musim depan. Tito pun menilai, mayoritas pemain PERSIB U18 saat ini layak untuk memperkuat tim PERSIB U20 tersebut.
"Saya rasa, 80 persen tim ini bisa menjadi bagian dari tim U20 musim depan. Saya baru menangani tim EPA PERSIB tahun ini, tapi beberapa pemain sudah berlatih bersama-sama sebelumnya. Melihat development pemain, lebih lama mereka bersama-sama, akan membuat tim lebih solid," pungkasnya.***


