
Pandu Persada
PERSIB siap menjamu PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-31 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin, 4 Mei 2026. Tim Maung Bandung dalam motivasi yang tinggi untuk sapu bersih empat laga final kompetisi musim ini.
Motivasi tim Pangeran Biru tumbuh setelah mampu mencatatkan kemenangan 4-2 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC lewat comeback fenomenal di musim ini. Kini, Marc Klok dan kawan-kawan pun fokus mengamankan tiga angka lainnya dari ancaman Laskar Mataram.
Demi pengalaman menyaksikan pertandingan yang berkesan, PERSIB mengajak Bobotoh untuk menjaga pertandingan berjalan kondusif, aman dan nyaman bagi semua pihak, termasuk untuk tidak menyalakan flare baik sebelum, selama maupun setelah laga berlangsung.
Penyalaan flare (cerawat), kembang api, smoke bomb, mercon dan barang-barang yang mengandung bahan peledak lainnya, merupakan hal-hal yang mengganggu jalannya pertandingan, dan akan dikenakan sanksi tegas dari Komisi Disiplin PSSI.
Selain itu, berikut ini ada juga beberapa hal lainnnya yang harus diperhatikan oleh seluruh penonton mulai dari sebelum, selama dan setelah pertandingan berlangsung di Stadion GBLA:
- Memahami jalur evakuasi dan 6 titik kumpul saat terjadi situasi darurat atau genting seperti kebakaran, bencana alam, atau situasi darurat lainnya. Kenali juga dua gerbang masuk dan keluar dari GBLA.
- Waspadai beredarnya tiket palsu dengan membeli tiket hanya di PERSIB Apps, bukan membelinya dari pihak-pihak Ketiga yang tidak bertanggungjawab.
- Menyiapkan segala kebutuhan pribadi, termasuk alat kelengkapan untuk mengantisipasi cuaca, seperti turunnya hujan.
- Mendatangi lokasi penukaran e-ticket lebih awal dari yang direncanakan untuk menghindari antrean.
- Menukarkan e-ticket dengan gelang penanda di lokasi yang sudah ditentukan dan langsung mengenakannya di pergelangan tangan kiri. Pelanggaran atas hal ini bisa mengakibatkan tiket hangus.
- Mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan dengan baik pada saat menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung.
- Menjaga ketertiban, kenyamanan dan kebersihan sekitar.
- Menjaga barang-barang pribadi.
- Selalu menghormati kaum hawa/wanita.
Sedangkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan baik sebelum, selama dan setelah pertandingan antara lain;
- Berdiri di jalur evakuasi tribun stadion GBLA, termasuk duduk di tangga. Jalur evakuasi adalah salah satu hal paling penting dalam menjaga keselamatan penonton ketika terjadinya hal-hal darurat.
- No ticket, no game. Bagi Bobotoh yang tidak memiliki tiket dilarang memaksakan diri untuk datang ke stadion. Pengamanan stadion akan lebih ketat dan bertindak tegas untuk mengembalikan siapapun yang berusaha masuk ke stadion tanpa memiliki tiket.
- Membawa dan atau menyalakan flare, suar atau cerawat, bom asap serta barang-barang lainnya yang mengandung bahan peledak ke Stadion GBLA dan sekitarnya. Barang-barang tersebut terbukti secara ilmiah membahayakan orang di sekitar.
- Memaksakan diri masuk ke lapangan baik sebelum, selama maupun setelah pertandingan berlangsung. Baik sebelum maupun setelah pertandingan, PERSIB masih memiliki sajian istimewa berupa hiburan untuk Bobotoh.
- Melakukan pelemparan barang dalam bentuk apapun ke dalam lapangan.
- Membawa senjata tajam (sajam) dan melakukan tindak penganiayaan yang menyebabkan orang lain terluka.
- Memasang, mengibarkan atau menunjukkan bendera, giant flag dan atau spanduk bernada provokatif, SARA, politik dan atau keagamaan.
- Membawa dan atau mengonsumsi minuman keras dan narkoba.
- Membawa laser dan mengoperasikannya mengarah kepada para pemain di lapangan dan perangkat pertandingan.
- Membawa kamera profesional dan mengoperasikannya dari tribun mengarah ke lapangan.
- Melakukan aksi-aksi tidak terpuji dan atau pelecehan seksual.
- Melakukan praktik politik dan menyanyikan lagu atau yel-yel bernada rasis kepada tim/pemain lawan dan perangkat pertandingan.***


