
Pandu Persada
Perjalanan PERSIB di Super League musim 2025/2026 berlanjut ke Solo. Maung Bandung dijadwalkan menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu, 31 Januari 2026. Laga ini menjadi ujian penting di tengah tren positif yang sedang dibangun tim.
PERSIB datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat dua kemenangan beruntun di kandang. Kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta pada 11 Januari lalu ditentukan gol Beckham Putra Nugraha. Momentum itu berlanjut ketika PERSIB kembali menang 1-0 atas PSBS Biak pada 25 Januari, kali ini lewat penyelesaian penyerang asal Brasil, Rosembergne "Berguinho" Da Silva. Dua hasil tersebut menjadi bekal berharga jelang lawatan ke markas Laskar Sambernyawa.
Namun, ada satu hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Sesuai regulasi yang berlaku, suporter tim tamu dilarang hadir langsung di stadion. Aturan ini tercantum dalam Regulasi Liga 1 2025/26 Pasal 5 ayat 7 tentang Keamanan dan Kenyamanan, serta Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
Head of Communications PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, mengajak Bobotoh untuk bersama-sama menghormati regulasi yang telah disepakati.
"Di putaran kedua Super League musim ini, Bobotoh sebagai suporter tim tamu tetap dilarang hadir di Stadion Manahan. Mari kita patuhi aturan yang ada," ujarnya.
Ia menegaskan, larangan tersebut berlaku tanpa pengecualian bagi seluruh suporter tim tamu. Pelanggaran bukan hanya berisiko bagi individu, tetapi juga dapat merugikan klub yang dicintai.
"Dalam proses transformasi sepakbola Indonesia, aturan ini masih diberlakukan dan sanksi tetap menanti bagi pelanggarnya. Dukungan terbaik saat ini adalah menonton dari rumah dan menjaga nama baik PERSIB," tambahnya.
Bagi Bobotoh, mendukung PERSIB tidak selalu harus hadir di tribun. Kepatuhan terhadap regulasi adalah bentuk dukungan yang tak kalah penting. Dengan menjaga ketertiban dan menghormati aturan, Bobotoh ikut berperan memastikan perjuangan Maung Bandung tetap berjalan mulus, baik di dalam maupun di luar lapangan.***


