
Reporter/Foto: Pandu Persada
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) memberikan dukungan moral kepada tim PERSIB U18 yang berlaga di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) ONE U18 melalui pertemuan di Hotel 88 Alun-alun, Kota Bandung, Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat para pemain muda sekaligus memberikan pembekalan mengenai profesionalisme dalam perjalanan mereka menuju level tertinggi sepak bola.
Kunjungan APPI tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemain PERSIB U18 menyusul insiden kekerasan yang terjadi di Rest Area KM 360 B Jalan Tol Batang pada Minggu, 11 Oktober 2026. Melalui pertemuan ini, APPI ingin memastikan para pemain mendapatkan dukungan moral sekaligus motivasi untuk terus berkembang dan mengejar cita-cita mereka sebagai pesepakbola profesional.
Hampir seluruh pemain PERSIB U18 hadir bersama jajaran pelatih, ofisial tim, dan sejumlah orangtua pemain. Mereka mengikuti pemaparan Wakil Presiden APPI, Nadeo Arga Winata, dan Anggota Komite Eksekutif APPI, Andritany Ardhiyasa, yang berbagi pengalaman serta memberikan pemahaman mengenai hak, kewajiban, dan tanggung jawab seorang pesepakbola profesional.
Bagi para pemain Maung Ngora, pertemuan ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung dari para pemain senior yang telah merasakan dinamika kompetisi profesional. Selain memperoleh motivasi, mereka juga diajak memahami bahwa perjalanan menuju sepak bola profesional membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, karakter yang kuat, dan komitmen untuk terus belajar.
Kiper PERSIB U18, Chrisna Halim Pradityawiguna, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan yang diberikan APPI. Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi dirinya dan rekan-rekan setim untuk terus melangkah dalam mewujudkan cita-cita.
"Mewakili teman-teman pemain PERSIB U18, saya ingin berterima kasih kepada senior-senior dari APPI yang telah datang untuk memberikan motivasi dan edukasi kepada kami. Semoga kami semua bisa terus semangat dan tumbuh menjadi pesepakbola profesional," ujar Chrisna.
Wakil Presiden APPI, Nadeo Arga Winata, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi mengenai kehidupan profesional seorang pesepakbola, tetapi juga pada pentingnya memberikan dukungan kepada para pemain muda dalam menghadapi situasi yang tidak mudah.
"Kami dari APPI melakukan kunjungan ini bukan hanya untuk memberikan edukasi mengenai hak dan kewajiban sebagai pemain sepak bola profesional, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral. Kami memahami bahwa kejadian beberapa waktu lalu dapat memengaruhi kondisi mental para pemain PERSIB U18," kata Nadeo.
Ia pun berpesan agar para pemain tetap menjaga semangat, fokus menjalani proses pengembangan diri, dan tidak kehilangan keyakinan dalam mengejar impian mereka. "Pesan saya, terus semangat untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Kami semua berharap kalian bisa menjadi bagian dari masa depan sepak bola Indonesia," tambahnya.
Dukungan APPI ini menjadi pengingat bahwa pembinaan sepak bola usia muda tidak hanya berkaitan dengan kemampuan dan pencapaian di lapangan, tetapi juga dengan perhatian terhadap keamanan, kesejahteraan, dan perkembangan karakter para pemain. Solidaritas dari sesama insan sepak bola diharapkan dapat memberikan energi positif bagi para pemain untuk terus belajar, tumbuh, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan.
PERSIB berharap para pemain U18 dapat terus menjaga kebersamaan, mengambil pelajaran dari setiap pengalaman, dan fokus menjalani proses pembinaan. Dengan dukungan dari berbagai pihak serta lingkungan sepak bola yang aman dan suportif, Maung Ngora diharapkan dapat tumbuh menjadi pesepakbola yang tangguh, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi masa depan sepak bola Indonesia.***


