legenda
Kamis, 12-11-2020 | 17:00 WIB

Awai Kenang Kebangkitan 1989 Hingga Menginap di Dekat Kuburan

Pemain PERSIB di era 90-an Anwar Sanusi mengaku banyak melewati kenangan indah selama membela Pangeran Biru. Dia pun merasa beruntung bisa tiga kali merebut gelar juara bersama PERSIB. 

Gelar juara sebagai pemain diraih Anwar pada kompetisi Perserikatan 1989/1990 dan LIga Indonesia 1994/1995. Sementara satu gelar lainnya didapatkan ketika menjadi pelatih kiper pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014.

Meski setiap gelar punya kisah tersendiri, pria yang memiliki lisensi pelatih C AFC ini  memiliki kesan mendalam saat meraih juara 1989/1990.  Saat itu, PERSIB harus berjuang mati-matian setelah terseok-seok di awal kompetisi. 

Lebih berkesan lagi karena itu adalah tahun pertamanya bergabung bersama PERSIB. Pria yang akrab disapa Awai ini mendapat kesempatan membela Pangeran Biru berkat penampilan apiknya di berbagai turnamen. 

"Kompetisi Perserikatan tahun 1989/1990 awal saya bergabung dengan PERSIB dan ikut kompetisi yang diikuti  tim-tim elit Perserikatan Tanah Air," tutur Awai yang kini mengantongi Goalkeeper Licence Level I Course ini, Kamis 12 November 2020.

Dia menceritakan bagaimana perjuangan PERSIB untuk bangkit saat kondisi terpuruk. Kondisi itu  membuat Ketua Umum PERSIB, Ateng Wahyudi menghukum tim karena hasil buruk di awal kompetisi. 

Pada laga pembuka babak penyisihan Wilayah Barat bulan November 1989, PERSIB dihajar pendatang baru Persita Tangerang 0-1 di Stadion Siliwangi Bandung. Di kandang sendiri, PERSIB juga hanya mampu bermain imbang melawan Persija Jakarta.

Kegagalan meraih kemenangan dalam dua laga kandang  membuat publik sepak bola Bandung meragukan kinerja tim asuhan Ade Dana. Bahkan, ketika bertandang ke markas PS Bengkulu, PERSIB menyerah 1-2. Kegagalan di laga ketiga membuat Bobotoh semakin kecewa.

"Awal musim terpuruk. Kalah dari Persita yang tidak diunggulkan. Kemudian laga lainnya belum memuaskan. Saat  tur ke Sumatra, Bapak H. Ateng Wahyudi (Ketua Umum PERSIB) menghukum  tim untuk tidak kembali ke Bandung," kenang Awai. 

Alhasil, skuad PERSIB harus menetap sementara di Bengkulu. Padahal, rentang waktu ke laga berikutnya melawan PSDS Deli Serdang dan PSMS Medan masih cukup lama. Hukuman bukan hanya tak boleh kembali ke Bandung. Penginapan tim pun pindah dari hotel ke sebuah penginapan yang letaknya di dekat pemakaman. 

"Kami harus tinggal di Bengkulu sekitar dua minggu. Hukuman berlanjut, kami harus meninggalkan hotel berbintang dengan fasilitas serba enak ke sebuah hotel yang sangat sederhana dan lokasi berdekatan dengan area pemakaman," ucapnya. 

Namun, jerih payah tim akhirnya terbayar. Berbagai usaha yang dilakukan untuk bangkit berbuah hasil, hingga akhirnya Pangeran Biru bisa meraih juara pada tahun itu. 

"Awal kebangkitan tim dimulai saat tur Sumatera. Akhirnya PERSIB bisa meraih juara kompetisi Perserikatan musim 1989/1990," kata Awai menutup pembicaraan.  ****

pernik
Pengalaman Mengharukan Zaenal Arif Ketika Berbagi Jersey dengan Bobotoh
Zaenal Arief menceritakan pengalaman mengharukan terkait jersey Pangeran Biru yang dikenakannya
Wednesday, 01-09-2021 16:58 WIB
pernik
PERSIB Berduka, Mantan Pemain Nunung Mulyadi Meninggal Dunia
Pemain yang turut membawa Pangeran Biru juara Liga Indonesia (Ligina) 1994/1995, Nunung Mulyadi meninggal dunia
Sunday, 10-01-2021 12:54 WIB
legenda
Asep Sumantri, Rasakan Tiga Kali Juara di Usia 25 Tahun
Asep Sumantri menjadi pemain PERSIB di usia 20 tahun
Thursday, 08-10-2020 18:18 WIB