berita harian
Selasa, 08-10-2019 | 11:03 WIB

PERSIB Layangkan Surat Protes atas Kinerja Wasit

PERSIB secara resmi melayangkan surat protes terhadap kepemimpinan wasit dan perangkat pertandingan yang bertugas pada laga pekan ke-22 Liga 1 kontra Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu 5 Oktober 2019 lalu. 

Melalui surat yang dikirimkan ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Komisi Disiplin PSSI itu, tim Pangeran Biru melaporkan secara detil sejumlah fakta dan data statistik yang merugikan tim tamu saat bertanding. Termasuk bukti dalam format video. 

Tercatat tak kurang dari 24 pelanggaran dilakukan oleh Nick Kuipers dkk di pertandingan tersebut. Tak terkecuali hukuman penalti terhadap keputusan kontroversial atas pelanggaran yang dilakukan Achmad Jufriyanto terhadap Diego Assis di menit ke-61. Menariknya, setelah hukuman penalti diberikan, Laskar Sapeh Kerrab hanya mendapatkan tendangan bebas akibat pelanggaran sebanyak empat kali sampai dengan berakhirnya pertandingan. 

Sedangkan tim rumah hanya melakukan 9 kali pelanggaran terhadap PERSIB dan sukses menguasai bola (ball possesion) sebanyak 58 persen. 

“Menurut pendapat kami, data statistik tersebut menunjukkan sesuatu yang tidak wajar dan perlu dievaluasi lebih lanjut,” ungkap kutipan dalam surat bernomor 01/DIR-PBB/X/2019 tanggal 7 Oktober 2019 itu. 

Tak hanya itu, PERSIB juga memprotes keputusan wasit yang hanya memberikan dua menit perpanjangan waktu di babak kedua. Padahal, akumulasi durasi dari insiden penalti dan pelanggaran terhadap Omid Nazari (pada menit ke-79) saja sudah mencapai tujuh menit. 

“Selain itu, dengan mempertimbangkan banyaknya pelanggaran yang menyebabkan pertandingan terhenti cukup lama. Sebagai contoh insiden pelanggaran penalti dan pelanggaran terhadap Omid Nazari sendiri sudah menghabiskan waktu sekitar hampir 6 menit), dan wasit hanya memberikan tambahan waktu 2 menit.” 

Oleh sebab itu, PERSIB menuntut kebijaksaan PT LIB selaku operator dan Komisi Disiplin PSSI untuk bisa mengevaluasi kinerja wasit guna menciptakan suasana kompetisi yang fair dan sportif.

“Kami mohon agar wasit yang bertugas pada pertandingan Shopee Liga 1 2019, hari Sabtu, 5 Oktober 2019 antara Tim Madura United melawan Tim PERSIB Bandung bertempat di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, untuk dievaluasi apakah sudah menjalankan tugasnya dengan fair. Dan apabila pendapat kami adalah benar, kami mohon agar wasit tersebut diberikan sanksi yang memadai serta tidak lagi ditugaskan untuk selama-lamanya,” tegas surat bertanda tangan direktur PT PERSIB Bermartabat, Teddy Tjahjono itu. 

Sebagai informasi, surat juga disampaikan sebagai tembusan kepada Plt. Ketua Umum PSSI Pusat, Iwan Budianto, Sekjen PSSI Pusat,Ratu Tisha Destria, Ketua Komisi Disiplin PSSI Pusat, Asep Edwin dan Komite Wasit PSSI Pusat,  Condro Kirono. 

Adapun perangkat pertandingan yang bertugas tersebut adalah sebagai berikut: 

Inspektur Wasit: A.A Ngurah Putra Agung asal Denpasar 

Match Commisioner: Fani Adi Nugroho, Spd asal Semarang

W a s i t : Faulur Rosy asal Banda Aceh

Asisten Wasit 1: Muchlish asal Langsa

Asisten Wasit 2: Ferry Dharmawan asal Jakarta Timur

Wasit Cadangan: Ikhsan Prasetya Jati asal Bantul.***

berita harian
Rasiman: Kemenangan yang Tidak Mudah
Rasiman mengaku senang dan bersyukur dengan kemenangan 2–1 saat menjamu PERSIB
Saturday, 05-10-2019 22:14 WIB
berita harian
Robert Apresiasi Perjuangan Pemain
Robert mengaku tetap mengapresiasi perjuangan keras anak asuhnya di sepanjang laga
Saturday, 05-10-2019 22:07 WIB
berita harian
Supardi Kritisi Wasit
Supardi Nasir Bujang menyampaikan selamat kepada Madura United atas kemenangan 2-1 yang didapatkannya
Saturday, 05-10-2019 21:38 WIB