Dr Alvin Wiharja © PERSIB.co.id/Barly Isham

kolom
Selasa, 17-11-2020 20:00 WIB

Spirit Sport Science di PERSIB

Di Indonesia, perlu kita akui, istilah sport science masih merupakan hal yang asing. Namun geliat penerapan sport science setidaknya sudah mulai terlihat.

Sejak satu dekade ke belakang, sport science baru menjadi wancana. Bahwa sportivitas tidak bisa berjalan sendiri tanpa didukung keilmuan olahraga. 

Di PERSIB, penerapan sport science gencar dikembangkan. Salah satu bukti nyata, pada awal Oktober 2020 lalu, PERSIB resmi mendatangkan Dr Alvin Wiharja untuk menempati divisi sport science. 

Tentunya Alvin tidak sendirian. Ia berkolaborasi dengan Dr Rafi Ghani, fisioterapis Benidektus Adi Prianto, nutritionist Gilang Fauzi dan dua masseur tim. Robert Alberts sudah barang tentu senang dengan kehadiran Alvin. Sebab ia paham betul pentingnya peran sport scientist di dalam tubuh tim.  

“Sekali ini sangat berpengaruh dalam sepakbola. Jika kamu menerapkan sport science itu tidak berarti pemainmu akan menjadi lebih baik di lapangan secara instan. Tapi yang akan terjadi adalah kita bisa lebih aware mengenai apa yang dibutuhkan untuk bisa mencapai level tertinggi dari pemain," ujar pria berkebangsaan Belanda tersebut. 

Pertanyaannya apa itu sport science? Menurut koni.or.id, sport science merupakan aplikasi ilmiah dari prinsip pengetahuan untuk membantu atlet dalam meningkatkan performanya. Secara umum sport science ada 5 cabang yaitu: fisiologi, psikologi, biomekanik, nutrisi, dan kedokteran olahraga.

Berangkat dari pengertian itu bisa ditarik kesimpulan bahwa prestasi sangat mungkin ditentukan melalui penerapan keilmuan yang baik dan tepat. 

Contoh sederhananya, dengan sport science makanan yang dikonsumsi para pemain PERSIB harus lebih diperhatikan. Misalnya, menghindari makanan yang digoreng, sambal, kerupuk dan makanan bersantan, kemudian menggantikannya dengan makanan yang dikukus. 

Itu baru aspek nutrisi bagi atlet. Aspek lainnya seperti fisiologi, psikologi, biomekanik dan kedokteran olahraga juga sama pentingnya. Dengan sport science semua aspek itu bisa dilihat secara terukur. Seperti yang dilakukan Alvin belum lama ini, mengadakan tes-tes kesehatan seperti tes jantung, paru-paru, dan organ tubuh yang lain. 

Dari situ, pelatih bisa memiliki referensi berbasis data untuk kemudian dijadikan bahan pertimbang. 

Spirit keilmuan olahraga ini juga berkembang pesat dalam lingkungan perguruan tinggi. Di Bandung, ITB dan Kementerian Pemuda dan Olahraga membuka jurusan sport science pada tahun 2011 untuk jenjang magister (S-2). Tentunya ini merupakan sinyal baik bagi pegiat olahraga di tanah air.

Dalam peringatan Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 8 September 2020, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali juga menyampaikan betapa pentingnya pengembangan sport science nasional. 

"Jika ingin berprestasi, harus by design dan bukan by accident. Jika by design, akan terstruktur pembinaannya," kata Zainudin.***


Ferri Ahrial


kolom
Benahi Kompetisi di Tengah Pandemi
Terhentinya Liga 1 2020 harus diambil hikmah dan sisi positifnya bagi sepakbola Indonesia
Rabu, 20-01-2021 17:00 WIB
kolom
Langkah Nyata di Tengah Ketidakpastian
Membangun fasilitas latihan untuk tim sudah menjadi rencana besar PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB)
Rabu, 13-01-2021 18:00 WIB
kolom
Dilema Sepakbola Indonesia
Hampir setahun, Indonesia kehilangan ingar bingar sepakbola
Jumat, 08-01-2021 21:00 WIB