Wander Luiz dan kawan-kawan berusaha membongkar pertahanan Persija Jakarta © PERSIB.co.id/Amandeep Rohimah

kolom
Jumat, 23-04-2021 16:00 WIB

Runtuhkan Catenaccio Persija!

Persija Jakarta mencatatkan kemenangan 2-0 atas PERSIB pada leg pertama final Piala Menpora yang digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman D.I. Yogyakarta, Kamis 22 April 2021 semalam. 

Tampil dengan tingkat kebugaran yang lebih baik ketimbang PERSIB karena punya masa pemulihan sehari lebih panjang, Persija langsung tancap gas sejak menit pertama. 

Alhasil, Macan Kemayoran bisa unggul cepat lewat dua gol dari pemain yang namanya asing di telinga. Ya, gol pertama dibuat oleh Braif Fatari yang kurang dari sepuluh menit, kemudian digandakan oleh Taufik Hidayat. 

Berdasarkan penelusuran, Braif merupakan pemain muda berusia 18 tahun asal Sorong, Papua yang bakatnya ditemukan oleh pelatih berdarah Jerman, Timo Scheunemann. 

Timo lantas merekomendasikan Braif kepada Des Walker dan Dennis Wise, dua figur penting di program Garuda Select kerja sama dengan PSSI perihal pembinaan pemain muda Indonesia di Inggris pada tahun 2019 lalu.

Sementara itu, Taufik Hidayat sebenarnya familier dengan PERSIB. Ia merupakan alumni Diklat PERSIB U-17, yang kemudian melanglang ke Semen Padang U-19 dan Sriwijaya FC U-19. Ia kemudian kembali mengikuti seleksi di PERSIB U-19 menjelang putaran kedua Liga 1 U-19 2018 lalu.

Namun, pelatih PERSIB U-19 saat itu, yakni Budiman, lebih tertarik kepada bakat dari mantan pemain Persipura U-19, Julius Josel Omkarsba. Selain Josel, Maung Ngora juga saat itu diperkuat oleh Ilham Qolba. Alhasil, Taufik pun urung bergabung kembali dengan Maung Ngora. 

Di samping itu, Persija sejatinya memenangi pertandingan atas PERSIB karena permainan Catenaccio, gaya permainan yang dipopulerkan oleh pelatih asal Argentina, Helenio Herrera saat menukangi Inter Milan. Gaya permainan ini populer di sepakbola Italia.

Diduga, kehadiran Marco Motta di lini belakang Persija yang diplot sejajar dengan Maman Abdurahman dan Tony Sucipto berperan besar dalam menerapkan Catenaccio tersebut. Gaya permainan ini umumnya memasang dua stopper, satu sweeper dan dua bek sayap.

Catenaccio bisa berjalan dengan optimal juga dengan dukungan salah satu bek sayap. Bek sayap ini tidak hanya menghalau serangan lawan, tapi juga berperan penting di dalam melakukan serangan balik. Pada laga semalam, nampak tugas itu dibebankan kepada Riko Simanjuntak.

Pelatih PERSIB, Robert Alberts sendiri mengakui perihal kepiawaian Persija dalam menerapkan serangan balik tersebut. Meski demikian, ia tetap berusaha mendongkrak performa para penggawa Pangeran Biru dengan melakukan sejumlah pergantian menjelang babak kedua berjalan.

"Tertinggal 2-0, kami berjuang di babak kedua tapi Persija tampil berbahaya dalam serangan balik. Bagaimana pun, saya menantikan laga selanjutnya untuk kami bisa mengejar defisit dua gol itu," kata Robert. **


PANDU PERSADA


kolom
Sepakbola dan Nilai-nilai Pancasila
Sebab, sepakbola bisa menjadi media sosialisasi penanaman niai-nilai Pancasila
Selasa, 01-06-2021 19:00 WIB
kolom
Kolaborasi di Antara yang Terbaik
Bersama Indofood, PERSIB menjalani masa persiapan dengan maksimal untuk meraih hasil terbaik di setiap pertandingan
Selasa, 01-06-2021 08:00 WIB
kolom
PERSIB Menyongsong Kompetisi
PERSIB mendukung bergulirnya kembali kompetisi sepakbola di Indonesia setelah pemanasan di Piala Menpora 2021
Rabu, 19-05-2021 19:00 WIB