Jaga jarak saat salaman sebelum laga sebagai upaya penerapan protokol kesehatan © PERSIB.co.id/Amandeep Rohimah

kolom
Senin, 07-09-2020 18:00 WIB

PERSIB vs Tira Persikabo, Simulasi Kompetisi di Tengah Pandemi

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu 5 September 2020. Setelah hampir sebulan berlatih, PERSIB menggelar uji tanding dengan sesama kontestan Liga 1 2020, PS Tira Persikabo. Ini merupakan pertandingan pertama Pangeran Biru di tengah pandemi Covid-19.

Bagi PERSIB, ada dua misi yang harus dituntaskan dalam uji tanding ini. Pertama, ajang untuk mengevaluasi hasil latihan bersama yang sudah digelar sebulan terakhir dan memantau tingkat kesiapan tim menghadapi lanjutan kompetisi, awal Oktober mendatang. Kedua, melakukan simulasi penyelenggaraan pertandingan di tengah pandemi.

Untuk misi pertama, pelatih Robert Alberts beserta seluruh stafnya pasti akan memantau setiap detail teknis penampilan para pemain di lapangan. Sebab, Coach Robert membutuhkan bahan evaluasi komprehensif yang bisa dijadikan acuan perbaikan performa anak asuhnya dalam sisa waktu menjelang kompetisi. Target akhirnya, seluruh pemain menemukan peak performance sepanjang kompetisi. Seperti tiga pertandingan pembuka yang diakhiri dengan kemenangan, Coach Roberts ingin, pasukannya selalu on fire selama kompetisi berjalan.

Sedangkan untuk misi kedua, PERSIB harus menguji kesiapan seluruh sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan, khususnya saat bertindak sebagai tuan rumah. Sebab, berbeda dengan musim-musim sebelumnya, kali ini pertandingan harus digelar di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda. Selain kewajiban penerapan protokol kesehatan ketat, seluruh laga juga tidak boleh dihadiri penonton.

Sebagai gambaran adalah pertandingan di sejumlah kompetisi Eropa yang sudah rampung digelar akhir Agustus lalu. Dari mulai Bundesliga Jerman, Ligue 1 Prancis, La Liga Spanyol, Serie A Italia, Liga Utama Inggris hingga Liga Champions, semuanya digelar di dalam stadion sunyi akibat ketidakhadiran penonton. Kendati ada atmosfer sepakbola yang hilang, mereka berhasil menuntaskan kompetisi di tengah pandemi dengan baik.

Nah, PERSIB sebagai klub yang sejak awal memiliki komitmen kuat membantu pemerintah memerangi wabah Covid-19 di Tanah Air, tentu saja harus berupaya menyelenggarakan pertandingan yang memenuhi standar protokol kesehatan di tengah pandemi.
Protokol kesehatan

Sebenarnya, jauh sebelum uji tanding dengan PS Tira Persikabo, PERSIB sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat di setiap aktivitas tim dan juga klub. Sempat terpaparnya Wander Luiz dan ayahnya pada April lalu, menjadi pengalaman berharga buat PERSIB untuk selalu safety dalam segala aktivitasnya.

Setelah gencar mengkampanyekan protokol kesehatan melalui gerakan #Sauyunan dengan membagikan masker dan ventilator kepada masyarakat, PERSIB memulai program latihan menjelang kompetisi dengan menjalani serangkaian tes Covid-19, baik rapid maupun swab test. Bukan hanya kepada pemain, pelatih dan ofisial, tapi juga seluruh orang yang terlibat, termasuk staf media.

Selain itu, PERSIB juga berkolaborasi dengan pengelola Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), yang akan dijadikan venue latihan dan juga pertandingan, untuk disterilisasi. Penyemprotan disinfektan dilakukan di setiap sudut ruangan, dari mulai pintu masuk, locker room, bench, tribun penonton, hingga area berlatih. Untuk memudahkan pengecekan, akses ke Stadion GBLA juga dibuat satu pintu, lengkap dengan penyiapan thermo gun, hand sanitizer dan tempat mencuci tangan.

Setelah sebulan diterapkan pada setiap sesi latihan, protokol kesehatan itu kembali dijalankan, tentu saja dengan lebih ketat, pada uji tanding kontra Tira Persikabo. Selain strelisasi seluruh area Stadion GBLA, seluruh orang yang terlibat, termasuk perangkat pertandingan, menjalani rapid test. 

Koordinasi dan pengamanan ketat juga dilakukan di seluruh akses ke stadion. Sebab, sesuai regulasi di masa pandemi, pertandingan sepakbola belum boleh disaksikan penonton. Sangat wajar kalau kemudian ada yang merasakan hilangnya atmosfer pertandingan normal, terutama ekspresi beragam penonton di tribun yang rata-rata mencapai 20 ribu orang per laga.

Kendati demikian, PERSIB tetap memberikan keleluasaan kepada Bobotoh untuk menyaksikan pertandingan dengan menyajikan siaran langsung melalui aplikasi MAXstream dari Telkomsel. 

Persiapan dan penyelenggaraan pertandingan di tengah pandemi memang terlihat lebih kompleks dari biasanya. Tapi, ini semua dilakukan demi menghindari munculnya klaster penyebaran Covid-19. Semua ini menjadi model yang bakal terus disempurnakan PERSIB untuk menyelenggarakan pertandingan di kompetisi resmi, awal Oktober mendatang.***  


persib.co.id


kolom
Wacana Kompetisi Format Baru
Di saat semuanya menantikan kepastian, malah muncul spekulasi bahwa kompetisi akan digelar dengan format baru
Selasa, 20-10-2020 17:00 WIB
kolom
Menikmati Ketidakpastian
PERSIB menyikapi hal tersebut dengan "enjoy"
Jumat, 16-10-2020 19:00 WIB
kolom
Mengawal Semangat Robert
Dengan semangat #Ngahiji, Robert pun selalu berusaha suasana menciptakan tim menjadi ceria dan bersahabat
Rabu, 14-10-2020 19:00 WIB