Bobotoh melakukan konvoi©PERSIB.co.id

kolom
Jumat, 06-11-2020 11:05 WIB

Menyingkap Makna di Balik Tagar #ModalFinal

"Jika menghitung untung-rugi, dukungan tak murni lagi." - Panglima Viking PERSIB Club, Ayi Beutik. 

Beberapa saat setelah PERSIB memastikan lolos ke partai Final Indonesia Super League (ISL) 2014, tagar #ModalFinal mengguncang jagat maya, terutama di microblogging Twitter. Tagar ini menyeruak ke permukaan, dan dalam sekejap menjadi topik perbincangan hangat para pengguna Twitter.

Tim Pangeran Biru yang kala itu dinahkodai pelatih Djadjang Nurdjaman melangkah ke partai puncak ISL 2014 setelah mengalahkan Arema Cronus Indonesia dengan skor 3-1. Pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, 4 November 2014 silam itu, PERSIB tertinggal lebih dulu dari Arema. 

Situasi pascalaga semifinal berkembang kian dramatis tatkala PT. Liga Indonesia sebagai penyelenggara kompetisi secara tiba-tiba memindahkan venue laga final dari yang semula di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, ke Stadion Gelora Sriwijaya. Alasannya, pihak keamanan tidak memberikan izin.

Beruntung bagi Bobotoh yang tidak langsung pulang ke kota asal, dan memilih bertahan di Palembang. Laga final sendiri digelar pada 7 November 2014, atau sekitar 48 jam setelah perubahan venue diumumkan kepada publik. Bagi bobotoh yang telanjur pulang, keputusan ini membuat mereka harus memutar otak. Apapun harus dilakukan agar bisa kembali ke Palembang demi menyemangati Supardi dkk.

Bobotoh yang berangkat dari Bandung butuh waktu 11 sampai 12 jam untuk menempuh perjalanan darat sejauh 748 km. Jika menggunakan pesawat terbang,  waktu yang diperukan hanya sekitar 90 menit.  Namun harga tiket yang meroket hingga jutaan rupiah bukanlah pilihan yang populer bagi Bobotoh.  

Namun, bukan Bobotoh namanya jika tekad mereka tidak bulat, jika langkah mereka berat saat memberikan dukungan untuk PERSIB. Bobotoh dan PERSIB tak bisa dipisahkan.  Hal itu tercermin dalam ungkapan dalam bahasa Sunda ; bengkung ngariung bongkok ngaronyok, yang berarti selalu bersama, baik saat suka maupun duka.

Jika sudah seperti itu maka, pernyataan Ayi Beutik di awal tulisan ini tidak terbantahkan. Jurus pamungkas pun akhirnya ditempuh Bobotoh, mulai dari menjual barang kesayangan hingga hewan peliharaan secara daring menggunakan tagar #ModalFinal.

Wujud hubungan antara Bobotoh dan PERSIB ini diyakini sebagai manifestasi brand dari PERSIB. Dengan dukungan fanatik dan membudaya, serta diwariskan dari satu generasi ke generasi  berikutnya, menjadikan hubungan itu semakin kuat. Hubungan yang kuat secara emosional antara bobotoh dan brand ini dikonversi menjadi energi dalam menampilkan perjuangan maksimal di pertandingan. Apalagi artinya jika ini bukan usaha untuk saling menguatkan?

Bobotoh akan berjalan tegak dengan dada membusung setiap kali PERSIB menaklukkan lawannya. Di saat yang sama, jutaan pasang mata akan melihat lari setiap penggawa Pangeran Biru semakin kencang dan tak terbendung, setiap kali bobotoh menyanyikan Kebanggaan di Hatiku. Inilah makna sesungguhnya dari prinsip utama PERSIB saat ini, Menang Bersama. **** 

PANDU PERSADA


PERSIB.co.id


berita harian
Robert Kembali Ingatkan Bobotoh untuk Mendukung dari Rumah
Pelatih PERSIB, Robert Alberts kembali mengingatkan Bobotoh untuk tetap mendukung timnya dari rumah
Kamis, 16-09-2021 16:00 WIB
berita harian
Zalnando Kembali Ajak Bobotoh Dukung dari Rumah
Pemain belakang Pangeran Biru tersebut percaya Bobotoh bisa mengikuti aturan yang berlaku saat ini
Selasa, 14-09-2021 21:00 WIB
berita harian
PERSIB Siap Berjuang, Umuh Mohon Doa Bobotoh
Umuh sangat berharap Bobotoh mendorong usaha tim dengan doa di rumah masing-masing
Senin, 30-08-2021 19:00 WIB