lebih dekat
Senin, 22-02-2021 20:00 WIB

Di Antara Dilema

Di tahun 2016, saya mendapat telepon dari orang yang sudah pernah saya kecewakan. Dialah Jaino Matos. Saya kira, dia cuma menanyai kabar dan berniat saling sapa. Ternyata, dugaan saya salah. Coach Jaino mengajak saya kembali ke sepakbola dan berkompetisi di Liga Indonesia. Sebab saat itu ia dipercaya menjadi pelatih kepala bagi klub Persiba Balikpapan. 

Dengan perasaan bahagia, saya terima tawaran itu tanpa berpikir panjang. Di sana, saya mendapatkan banyak menit bermain dan seperti dilahirkan kembali.  

Baca Juga: Kesuksesan Berawal dari Mimpi

Di tahun berikutnya, saya berkelana ke Borneo FC. Di tim inilah dilema mulai berkecamuk di dalam diri. Sebab, saya harus menghadapi PERSIB di babak semifinal turnamen Piala Presiden 2017. Tentu saya harus bersikap profesional, meskipun hati ini tetap menghormati dan mencintai PERSIB. Sikap hormat terhadap PERSIB saya tunjukan dengan memberikan penampilan terbaik di laga itu. Akhirnya, dengan berat hati, Pangeran Biru dapat kami kalahkan. 

Setelah bertualang bersama Borneo FC, saya pun sempat berkarier di Liga 2 bersama tim Kepri Jaya. Bagi saya ini sama sekali bukan aib. Melainkan sebuah pembelajaran sekaligus menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan. Hasilnya positif, karena di tahun 2018, saya dipinang oleh PSMS Medan yang diarsiteki Djadjang Nurdjaman. Sekali lagi, saya harus menghadapi PERSIB. Bedanya, ini adalah pertandingan resmi di Liga 1 2018.  

Sayangnya, saya tak dapat bermain di Bandung seperti saat berseragam Borneo FC. Sebab, PERSIB saat itu harus menjalani laga usiran akibat sanksi yang diterima dari Komdis PSSI. Singkat cerita, saya dan kawan-kawan bertolak ke Bali untuk sebuah laga tandang melawan PERSIB. Di satu sisi, saya ingin memenangi laga ini. Karena PSMS tengah membutuhkan poin agar terhindar dari degradasi. Tapi di sisi lain, PERSIB pun sama. Mereka bertekad menang guna menjaga asa juara. 

Baca Juga: Kalah dan Merasa Bersalah

Sebagai seorang yang dilahirkan di Bandung, saya tentunya sangat ingin melihat PERSIB juara. Singkat cerita, pertarungan di Pulau Dewata itu berakhir untuk kemenangan bagi kami. PERSIB pun pulang dengan tangan hampa dan di akhir kompetisi gagal menjadi juara.  

Di musim berikutnya, momen yang saya nanti-nantikan datang juga. Yaitu tawaran kembali ke Bandung untuk membela tim yang saya cita-citakan sejak kecil, PERSIB. Tanpa pikir panjang, saya pun pulang dengan perasaan bangga. Tapi itu bukan berarti saya harus berpuas diri. Karena ini adalah waktu yang tepat untuk saya membuktikan diri.   

Jujur saja, kenangan melawan PERSIB masih sulit dilupakan hingga saat ini. Hanya ada satu cara agar saya dapat melupakannya, yaitu membawa PERSIB menjadi juara. (tamat)***  

persib.co.id
pernik
Jelang Lebaran, Aziz Memilih Belanja Online
Aziz mengaku lebih memilih berbelanja secara online untuk keperluan yang mendesak saat Lebaran
Selasa, 11-05-2021 17:00 WIB
berita harian
Kondisi Aziz Semakin Membaik
Abdul Aziz mengalami cedera di bagian lutut. Saat ini, pemulihannya dinyatakan berjalan dengan baik. 
Senin, 10-05-2021 14:30 WIB
berita harian
Aziz Sudah Terbiasa Latihan Mandiri
Abdul Aziz memastikan dirinya tetap berlatih secara mandiri
Jumat, 07-05-2021 19:00 WIB