Robert Alberts dan Raffi Ghani bahas protokol kesehatan di stadion © PERSIB.co.id/Gregorius Aditya Katuk

kolom
Selasa, 04-08-2020 18:00 WIB

Lanjutan Kompetisi dan Protokol Kesehatan

Kabar duka meninggalnya Satia Ijatna Bagdja menghampiri insan sepakbola Indonesia, pada Senin 3 Agustus 2020 malam. Kepergian salah seorang pelatih senior di Indonesia itu dikabarkan PSSI melalui sejumlah platform media sosialnya. 

Satia Bagdja wafat dalam usia 60 tahun. Terakhir, ia merupakan eks pelatih Tim Nasional Indonesia Putri. Ia dikenal sebagai pribadi tekun sekaligus tegas. Menurut kabar, Satia meninggal karena sakit yang dideritanya. Dalam beberapa hari terakhir, kondisinya memburuk hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hermina, Grand Wisata, Tambun, Kabupaten Bekasi. 

Karena wafat di masa pandemi Covid-19, jenazah Satia harus ditangani mengikuti protokol kesehatan yang berlaku dan tes swab. Hal itu, tentunya, bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan keluarga yang ditinggalkan pada saat prosesi pemakaman. 

Melihat kondisi ini, peran protokol kesehatan menjadi amat penting, termasuk di lingkungan sepakbola. Apalagi, kompetisi Liga 1 2020 bakal digulirkan kembali pada Oktober 2020 nanti. 

Kewaspadaan terhadap Covid-19 mesti dipelihara. Baik federasi, operator kompetisi, maupun klub harus memiliki kesadaran dan pemahaman yang sama, bahwa virus corona tidak kasat mata sekaligus berbahaya. 

Akan tetapi, seluruh stakeholder persepakbolaan tanah air tak boleh jadi pesimistis. Terlebih, PSSI juga mulai menunjukkan keseriusannya dengan membuat skema kompetisi di era tatanan baru. 

Tak hanya berpedoman pada peraturan FIFA dan anjuran WHO, seperti disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, federasi terus menjalin komunikasi secara intensif dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan BNPB menjelang kompetisi begulir kembali.  Bahkan, PSSI menyatakan siap belajar banyak dari sejumlah liga di Eropa yang telah lebih dulu melewati kompetisi di masa pandemi. 

Vitalnya penerapan protokol kesehatan menjelang dan selama kompetisi bergulir juga disadari benar oleh PERSIB, Direktur PT PERSIB Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono megaku optimistis kompetisi bisa dilanjutkan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Sebagaimana yang dikatakan pemerintah, kita mesti hidup berdampingan dengan pandemi. Kita optimis semua kegiatan bisa dilanjutkan kembali, bukan hanya sepakbola, dengan adaptasi tatanan baru dan penerapan protokol kesehatan ketat,” kata Teddy.***


Ferri Ahrial


kolom
Sepakbola dan Nilai-nilai Pancasila
Sebab, sepakbola bisa menjadi media sosialisasi penanaman niai-nilai Pancasila
Selasa, 01-06-2021 19:00 WIB
kolom
Kolaborasi di Antara yang Terbaik
Bersama Indofood, PERSIB menjalani masa persiapan dengan maksimal untuk meraih hasil terbaik di setiap pertandingan
Selasa, 01-06-2021 08:00 WIB
kolom
PERSIB Menyongsong Kompetisi
PERSIB mendukung bergulirnya kembali kompetisi sepakbola di Indonesia setelah pemanasan di Piala Menpora 2021
Rabu, 19-05-2021 19:00 WIB