Supardi © PERSIB.co.id/Amandeep Rohimah

kolom
Kamis, 08-10-2020 17:00 WIB

PERSIB Tetap Menjaga Asa

Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan. Hampir semua bidang, ekonomi, budaya, pendidikan, tak kecuali olahraga merasakan dampaknya. Berbagai kegiatan pun harus mengalami penundaan. Sejak Maret 2020, kompetisi harus berhenti karena belum terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia. Sempat ada rencana bergulir Oktober 2020, kompetisi kembali tertunda akibat izin kepolisian belum keluar.

Meskipun dalam kondisi serba tidak pasti, PERSIB masih terus menjaga asa untuk tetap berkompetisi di Liga 1 2020 dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Apalagi, pemerintah tetap mengzinkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak. Selain itu, PSSI pun masih berambisi menggulirkan kompetisi di bulan November 2020. 

Karena itu, pelatih PERSIB, Robert Alberts tetap mempersiapkan timnya untuk berkompetisi. Sejak muncul rencana kembalinya Liga 1 bulan Oktober 2020, tim langsung tancap gas melakukan berbagai kesiapan. 

Setelah ada pengumuman penundaan kembali, tim diliburkan tanggal 30 September 2020. Setelah libur sepekan, Jumat 9 Oktober 2020, PERSIB akan kembali berlatih. Supardi Nasir dan kawan-kawan tetap akan dipersiapkan untuk tampil November meskipun hingga saat ini belum ada kabar pasti kompetisi bergulir atau tidak.

Bukan tanpa alasan, target juara di tahun ini adalah mimpi yang ingin diwujudkan. Permulaan yang bagus dengan tiga kemenangan beruntun menjadi modal. PERSIB sebagai satu-satunya tim yang mendapat tiga kemenangan dengan poin sembilan. Posisi puncak sementara ini ingin dipertahankan hingga akhir kompetisi.

Tetap menjaga kesiapan tim sangat penting. Pandemi bukan menjadi alasan, tapi tantangan agar tim tetap bertahan dan selalu siap apapun keputusan PSSI nanti.

Asa tetap kompetisi berlanjut pun tetap dijaga karena pengorbanan pemain yang tetap setia bersama PERSIB. Pangeran Biru menjadi tim yang masih utuh pemainnya. Bandingkan dengan tim lain yang menghadapi persoalan pemain yang hengkang akibat tidak adanya kompetisi.

Pengorbanan pemain pun sudah cukup besar. Klub yang harus mengikuti kebijakan PSSI membuat pemain tak penuh mendapat gajinya. Namun, situasi sulit itu tak membuat kecintaan pemain kepada tim berkurang. Mereka tetap setia bersama PERSIB.

Hasil positif tim hingga pengorbanan pemain, staf pelatih hingga ofisial tim membuat asa itu tetap dipertahankan. Kompetisi yang rencananya bergulir November diharapkan benar-benar terjadi. Apalagi, sepakbola bukan hanya tempat mencari nafkah pemain atau klub, tapi tak sedikit pihak lain yang juga bergantung pada sepakbola.

Tak ada salahnya harapan dan asa itu dijaga, apalagi Pilkada yang juga melibatkan banyak orang tetap dapat terlaksana.***

M. Jatnika Sadili
kolom
Dear PSSI, Jangan Lupakan Sepakbola Putri
Andai kompetisi sepekbola di Tanah AirĀ kembali digelar, Ā PSSI seyogyanya juga mempertimbangkan masa depan dari bibit-bibit potensial pemain putri.
Jumat, 23-10-2020 17:29 WIB
kolom
Komitmen untuk PERSIB
Di tengah ketidakpastian kompetisi, ia berkomitmen tetap bersama PERSIB
Kamis, 22-10-2020 21:00 WIB
kolom
Menjaga Psikologis
PERSIB di bawah penanganan pelatih Robert Alberts memutuskan untuk tetap menjalani latihan
Rabu, 21-10-2020 18:00 WIB