PERSIB Store sebagai bagian dari bisnis sepakbola © PERSIB.co.id/Amandeep Rohimah

kolom
Rabu, 02-12-2020 17:00 WIB

PERSIB dan Industri Sepakbola

Industri sepakbola di Indonesia saat ini sudah semakin berkembang. PERSIB menjadi salah satu tim yang sudah banyak melakukan terobosan untuk mengembangkan bisnis sepakbolanya.
 
Di bawah naungan PT Persib Bandung Bermartabat, PERSIB sudah bergerak, tidak hanya sebagai tim sepakbola, tapi juga identik dengan aspek ekonomi pengelolaannya. Referensinya adalah klub-klub Eropa yang sudah menerapkan model industri sepakbola.

Pola bisnis yang dilakukan manajemen PERSIB sejauh ini sukses menjadikan timnya tak punya masalah dengan gaji pemain. Sejauh ini, tata kelola PT PBB sudah tepat dalam mencari sumber pendapatan.

Bisnis sepakbola yang dilakukan manajemen pun sudah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebab, saat ini sepakbola bukan hanya tentang memenangkan pertandingan. Namun, ada sisi ekonomi dan industri untuk menghasilkan pendapatan. 

Apalagi, pendapatan PERSIB tidak hanya untuk membiaya tim senior, tapi juga program pembinaan melalui Diklat PERSIB (PERSIB U-16, U-18, U-20), PERSIB Putri, serta tim satelit seperti Maung Anom juga Bandung United.

Lebih jauh dari itu, PERSIB juga bisa menggerakan roda perekonomian masyarakat. Tidak hanya bagi pemain, pelatih, dan perangkat tim lainnya, namun bagi semua yang bersinggungan dengan PERSIB, seperti pedagang asongan, tukang parkir, dan masyarakat yang jauh dari  stadion bahkan bisa menerima manfaatnya.

Adanya PERSIB Store, Dapur Kopi 1933 hingga media sosial resmi klub menjadi bagian dari sumber penghidupan klub, selain dari sponsor dan penjualan tiket.  Namun, tak adanya kompetisi Liga 1 2020 membuat sumber pendapatan klub berkurang, namun pembiayaan tetap ada.

Hubungan kausalitas kehidupan klub dan bisnis menjadi patokan, adanya industri sepakbola membuat klub berpikir keras untuk menghidupi timnya. Banyak tujuan kedepannya, terpenting adalah prestasi dengan peningkatan fasilitas penunjang, hingga memunculkan pemain berkualitas.

Klub sebagai ujung tombak dalam dunia sepakbola, menjadi yang terdepan dalam melakukan pembinaan pemain, hingga infrastruktur yang layak sesuai standar, tempat latihan yang memadai, dan fasilitas lainnya.

Semua itu menjadi tujuan dari bisnis sepakbola. Untuk mewujudkan itu semua perlu dukungan penuh semua pihak termasuk bobotoh.** 
 

M. Jatnika Sadili
kolom
Benahi Kompetisi di Tengah Pandemi
Terhentinya Liga 1 2020 harus diambil hikmah dan sisi positifnya bagi sepakbola Indonesia
Rabu, 20-01-2021 17:00 WIB
kolom
Langkah Nyata di Tengah Ketidakpastian
Membangun fasilitas latihan untuk tim sudah menjadi rencana besar PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB)
Rabu, 13-01-2021 18:00 WIB
kolom
Dilema Sepakbola Indonesia
Hampir setahun, Indonesia kehilangan ingar bingar sepakbola
Jumat, 08-01-2021 21:00 WIB