Omid Nazari © PERSIB.co.id/Barly Isham

kolom
Jumat, 02-10-2020 17:00 WIB

Pendulum PERSIB yang Masih Menanti Lanjutan Kompetisi

Seperti pendulum, sekali diayunkan akan terus berayun. Ia bekerja tak sendirian. Dengan beban yang dimilikinya, sebuah pendulum akan lebih dulu ditarik ke belakang lalu membagikan energi kepada yang lain untuk kemudian berayun ke depan. 

Barisan pemain PERSIB di lini tengah bekerja layaknya pendulum tersebut. Saat tim mendapat tekanan, seorang gelandang akan bergerak mundur untuk membantu lini belakang. Lalu, ia akan berusaha merebut bola dari penguasaan lawan.

Dan, sebuah sergapan dilakukan di saat lawan berusaha untuk menyodorkan bola kepada rekannya di depan. Ini saatnya untuk balas menyerang. 

PERSIB, dengan kedalaman tim yang dimiliki, punya sederet pemain dengan kemampuan mengemban tugas seperti layaknya pendulum tersebut. Dari mulai pemain lokal binaan Diklat PERSIB hingga berkelas internasional ada di sana. 

Ardi Maulana, Beckham Putra Nugraha dan Gian Zola Nasrullah adalah beberapa pemain jebolan Diklat PERSIB yang dilengkapi skill olah bola tinggi sehingga mumpuni dalam bekerja layaknya pendulum. 

Begitu juga para lulusan sebelumnya seperti Dedi Kusnandar dan Abdul Aziz di tim asuhan Robert Alberts saat ini. Daftar itu berakhir pada diri Omid Nazari sebagai pemain asing, dan Kim Jeffrey Kurniawan yang beberapa pekan ini harus menepi karena cedera. 

Dalam persiapan menuju bergulirnya kembali Liga 1 2020, Robert kerap mengubah komposisi lini tengahnya. Beberapa waktu lalu, ia sempat berujar jika kerangka tim sebagai modal untuk mengarungi kompetisi, telah dikantongi.

"Tidak ada susunan starter yang pasti. Bisa saja ada gambaran, tapi masih dapat berubah karena berbagai hal," kata pelatih asal Belanda itu. 

Kenyataannya, sepakbola memang bukan permainan yang bisa dihitung secara pasti demi meraih hasil yang diinginkan. Banyak kejutan yang ada di dalamnya, termasuk penundaan kompetisi yang seharusnya sudah bisa berjalan saat ini.

Namun, langkah antisipasi harus tetap diambil. Tim dan setiap bagian di dalamnya akan tetap fokus pada tugas masing-masing saat bertarung di lapangan rumput nanti, tak terkecuali para pemain di lini tengah. 

Selain teknik tinggi, para pemain tersebut juga dituntut memiliki rasa saling pengertian, percaya kepada pemain lain dan bertanggung jawab akan irama permainan yang dialunkan tim di pertandingan. 

Bagi Omid, setumpuk pekerjaan tersebut tak mengenal batas waktu, yang akan usai suatu saat. Karena setiap faktor pendukung di dalam pekerjaan itu butuh dilatih terus menerus. Terlebih lagi jika para pemerannya tidak sebatas hanya satu atau dua orang saja. 

"Sebenarnya kami sudah mengetahui bagaimana mereka bermain tapi tetap harus menyatukan lagi chemistry. Setiap ada kesempatan bermain, kami selalu berusaha bekerja lebih baik lagi, dan itu bagus, " kata Omid beberapa waktu lalu.***

Pandu Persada
kolom
Dear PSSI, Jangan Lupakan Sepakbola Putri
Andai kompetisi sepekbola di Tanah Air kembali digelar,  PSSI seyogyanya juga mempertimbangkan masa depan dari bibit-bibit potensial pemain putri.
Jumat, 23-10-2020 17:29 WIB
kolom
Komitmen untuk PERSIB
Di tengah ketidakpastian kompetisi, ia berkomitmen tetap bersama PERSIB
Kamis, 22-10-2020 21:00 WIB
kolom
Menjaga Psikologis
PERSIB di bawah penanganan pelatih Robert Alberts memutuskan untuk tetap menjalani latihan
Rabu, 21-10-2020 18:00 WIB