Direktur Akademi PERSIB Yoyo A Adiredja menyerahkan trofi di acara Praliga Akademi PERSIB@PERSIB.co.id/Barly Isham

kolom
Jumat, 09-10-2020 21:26 WIB

Mewujudkan Cita-cita Menggelar Liga Akademi PERSIB

Akademi PERSIB terus tumbuh dan berkembang menjadi salah satu wadah pembinaan pemain usia muda yang terbilang cukup menyita perhatian. Tak hanya di Jawa Barat, Akademi PERSIB mulai merambah banyak daerah.

Setelah di awal tahun memiliki sepuluh cabang, Akademi PERSIB kini bertambah menjadi 12 cabang. Terkini, Akademi PERSIB membuka cabang di Pati, yang merupakan cabang pertama di luar provinsi Jawa Barat. 

Akademi PERSIB juga menyediakan ruang untuk pesepakbola putri. Berangkat dari prestasi juara tim PERSIB Putri di level senior pada 2019 lalu, Akademi PERSIB Putri pun mulai terbentuk di Kota Bandung tahun ini. 

Bahkan, Akademi PERSIB Putri juga menarik perhatian federasi sepakbola dunia (FIFA) yang ingin mengetahui lebih jauh terkait apa saja yang dilakukan terkait pembinaan bibit pesepakbola putri. Dari mulai beranggotakan hanya enam pemain di awal berdirinya, kini Akademi PERSIB Putri sudah memiliki sekitar 20 pemain.

Lantas, di mana hilir dari melimpahnya bakat-bakat potensial tersebut? 

Dengan segala keterbatasan, Akademi PERSIB mulai menggelar Festival Sepakbola atau juga bisa disebut sebagai Praliga tim putra, yakni sebuah kompetisi yang melibatkan cabang-cabang Akademi PERSIB. Praliga digelar berdasarkan usia pemain.

Dalam Praliga, setiap cabang Akademi akan berdaya. Di samping para pemain yang tampil di lapangan, ada juga para individu di dalam manajemen cabang Akademi yang bertugas memastikan pertandingan berjalan dengan sukses. 

"Sebenarnya ini cita-cita lama kami untuk membuat Liga sendiri karena bagaimana pun harus punya event sendiri, tidak boleh bergantung kepada pihak lain. Untuk saat ini, sifatnya masih festival tapi mudah-mudahan, tahun depan bisa disempurnakan menjadi sebuah Liga yang berkualitas. " ungkap Direktur Akademi PERSIB, Yoyo S. Adiredja. 

Praliga Akademi PERSIB U-16 di Kota Tasikmalaya pada 18-20 September 2020 lalu menjadi yang pertama digelar. Sebanyak sembilan cabang termasuk Kota Bandung, berpartisipasi di acara tersebut. Cabang Akademi yang tidak memiliki pemain U-16 berhak untuk tidak terlibat di kesempatan ini.

Praliga Akademi digelar dengan jadwal yang diatur sedemikian rupa beserta penerapan protokol kesehatan sebagai usaha pencegahan penularan Covid-19. Panitia mengatur kesehatan pemain termasuk kemampuan proses pemulihannya.

Selain itu, Praliga Akademi juga memberi pemain jam terbang setinggi-tingginya, dengan membagi gelaran ke dalam dua kategori yakni top dan bottom class. Para juara grup akan masuk ke top class. Sisanya, mereka masih bisa bertanding di bottom class

"Ini simulasi, bagaimana menggelar liga antar akademi secara maksimal, yang rencananya akan digelar tahun depan. Kalau satu daerah masih di zona merah, kami bisa tunda dan tidak akan memaksakan karena ini berkaitan dengan keselamatan anak-anak juga, " terang Yoyo. 

Sambil menanti situasi kesehatan membaik, tidak ada salahnya menanti bagaimana Liga Akademi PERSIB sesungguhnya bisa digelar. Kita nantikan tahun depan. ***

PANDU PERSADA

 

PERSIB.co.id
kolom
Dear PSSI, Jangan Lupakan Sepakbola Putri
Andai kompetisi sepekbola di Tanah Air kembali digelar,  PSSI seyogyanya juga mempertimbangkan masa depan dari bibit-bibit potensial pemain putri.
Jumat, 23-10-2020 17:29 WIB
kolom
Komitmen untuk PERSIB
Di tengah ketidakpastian kompetisi, ia berkomitmen tetap bersama PERSIB
Kamis, 22-10-2020 21:00 WIB
kolom
Menjaga Psikologis
PERSIB di bawah penanganan pelatih Robert Alberts memutuskan untuk tetap menjalani latihan
Rabu, 21-10-2020 18:00 WIB