Mario Jardel © PERSIB.co.id/Amandeep Rohimah

kolom
Selasa, 06-10-2020 18:00 WIB

Menanti Aksi Mario Jardel

Diklat PERSIB tak pernah berhenti mencetak pesepakbola muda bertalenta.  Terbukti, nama-nama seperti Abdul Aziz Lutfi, Gian Zola Nugraha, Febri Hariyadi sampai Beckham Putra Nugraha dilahirkan Diklat PERSIB dan mereka patut diperhitungkan di kancah persepakbolaan nasional. 

Setelah generasi mereka, ada satu nama lain yang berpotensi menjadi perbincangan. Dia adalah Mario Jardel. Pemain kelahiran Bogor, 7 November 2000 ini diprediksi memiliki masa depan cerah. 

Andilnya juga amat besar kala membawa PERSIB menjuarai Liga 1 U-19 tahun 2018 silam. Jardel merupakan pilihan utama pelatih Budiman kala itu untuk mengisi posisi bek kanan. 

Berkat penampilannya yang menawan bersama Maung Ngora, Jardel pun dipanggil tim senior untuk melakoni laga resmi babak 64 Besar Piala Indonesia 2018/2019. 

Mimpinya bermain untuk PERSIB senior akhirnya terwujud kala PERSIB menundukkan PSCS 1-0 di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, 5 Desember 2018. Dalam pertandingan itu, dirinya masuk sebagai pemain pengganti di masa injury time. 

Petualangan Jardel bersama PERSIB berlanjut. Di tahun 2019, ia dipanggil untuk berlatih oleh pelatih Robert Alberts. Dengan penuh tekad, ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan sukses mendapatkan tempat di dalam skuad. 

Potensi Jardel sebetulnya sangat besar untuk bisa berkembang. Bukan hanya karena spirit dan kedisiplinannya dalam bermain sepakbola. Tetapi juga adanya mentor yang tepat untuk dia mencuri ilmu. 

Sebut saja bek sayap senior Supardi Nasir Bujang. Kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar tak perlu diragukan lagi. Begitu juga dengan modal mentalitas yang dimiliki pria asal Bangka itu yang senantiasa membuat segan para pemain lawan. 

Rasanya Jardel harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Dengan begitu, kemampuannya bisa terus terasah dan kian matang. 

Di dalam sejumlah pertandingan persahabatan belum lama ini, Jardel terus mendapatkan menit bermain. Aksinya di posisi bek kanan terlihat sangat menjanjikan. Selain baik dalam bertahan, pemain bernomor punggung 66 itu juga rajin membantu penyerangan. Mengirimkan umpan silang sampai berani melakukan tembakan ke arah gawang lawan. 

Robert Alberts sendiri optimistis Jardel bakal bersinar suatu hari nanti. Perkembangan yang ditunjukkan dalam setahun ini pun terbilang cukup positif. Terutama dalam hal membuat keputusan di lapangan. 

“Dia pemain muda yang bagus. Dia mulai belajar bagaimana membuat keputusan di lapangan. Dia menunjukkan banyak perkembangan positif dan mulai memahami cara bermain yang efektif,” ujar Robert. 

Saat ini, Jardel masih menantikan debutnya bersama PERSIB di Liga 1. Dengan padatnya jadwal pertandingan nantinya, bukan tak mungkin ia akan mendapatkan kesempatan bermain sekaligus membuktikan diri.***

Ferri Ahrial
kolom
Dear PSSI, Jangan Lupakan Sepakbola Putri
Andai kompetisi sepekbola di Tanah Air kembali digelar,  PSSI seyogyanya juga mempertimbangkan masa depan dari bibit-bibit potensial pemain putri.
Jumat, 23-10-2020 17:29 WIB
kolom
Komitmen untuk PERSIB
Di tengah ketidakpastian kompetisi, ia berkomitmen tetap bersama PERSIB
Kamis, 22-10-2020 21:00 WIB
kolom
Menjaga Psikologis
PERSIB di bawah penanganan pelatih Robert Alberts memutuskan untuk tetap menjalani latihan
Rabu, 21-10-2020 18:00 WIB