Luizinho Passos dan kiper PERSIB © PERSIB.co.id/Gregorius Aditya Katuk

kolom
Rabu, 05-08-2020 17:00 WIB

Kosin 2006, Meteor Garden dan Pelatih Kiper

Ia bukan datang dari negara pemenang Piala Dunia. Ia pun tidak ditransfer dari klub top yang ada di benua Eropa. Ia hanya datang dari negara yang tak terlalu jauh dari Indonesia, yaitu Thailand. 

Jika mendengar kata Thailand, sudah pasti nama ini yang langsung terbayang di benak bobotoh. Dia adalah Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool. Selain Suchao Nutnum, pesona Kosin lebih dulu menghiasi persepakbolaan Indonesia. 

Datang dengan label kapten Tim Nasional Thailand U-23, penjaga gawang asal negeri Gajah Putih ini memang memiliki kesan yang sangat spesial bagi para bobotoh, terutama dengan performa apiknya. 

Kosin, nama yang lebih familiar di telinga bobotoh sebelum menggantinya dengan Sinthaweechai, datang ke Bandung pada tahun 2006. Ia datang saat Liga Indonesia (LI) XII/2006 sudah bergulir dan PERSIB tengah kurang mujur di awal kompetisi. 

Masih ada dalam ingatan, Kosin menjalani laga perdana saat PERSIB mengalahkan Arema di Stadion Siliwangi, 11 Februari 2006. Dalam pertandingan tersebut, ia mampu memikat hati bobotoh dengan performa apiknya. Ia pun berandil dalam kegagalan striker Arema, Emaleu Serge mengekesekusi tendangan penalti pada menit ke-67. Terlebih, PERSIB mampu memenangi laga berkat gol tunggal Redouane Barkaoui. 

Nama Kosin langsung mencuat. Kosin menjadi perbincangan hangat di kalangan penikmat PERSIB. Meski saat itu media sosial semacam YouTube, Facebook ataupun Instagram belum populer sekarang ini, pesona seorang Kosin sangat kuat untuk tetap populer saat itu. 

Selain kepiawaiannya di bawah mistar, pria kelahiran 23 Maret 1982 ini menjadi idola baru, terutama untuk kaum hawa karena parasnya yang cukup tampan. Rambut panjang, berpostur tegap dan berwajah oriental membuat orang-orang selalu mengidentikannya dengan salah satu anggota boyband Meteor Garden/F4, Jerry Yan. 

Kebersamaan Kosin hanya bertahan hingga musim 2006. Ia berpisah dan digantikan seorang Tema Mursadat di 2007. 

Meski cukup singkat, kesan dan jasa Kosin cukup besar bagi PERSIB. Salah satu perubahan penting yang dibawa Kosin untuk PERSIB adalah hadirnya seorang pelatih kiper di tubuh Maung Bandung. 

Kosin mengatakan pentingnya peran seorang pelatih kiper, dan PERSIB pun mengabulkan permintaannya dengan mendatangkan Anwar Sanusi pada tahun 2006.

Sebelumnya, posisi pelatih kiper memang tidak terlalu dipikirkan oleh PERSIB. Para kiper kerap "berlatih mandiri" di luar menu latihan pemain nonkiper. Bahkan saat merengkuh juara Liga Indonesia edisi pertama pun Maung Bandung berjalan tanpa pelatih kiper. 

Awai -- sapaan akrab Anwar Sanusi -- melatih para kiper PERSIB hingga usai di 2019 digantikan Gatot Prasetyo. Memasuki musim 2020, PERSIB pun memasuki era baru soal posisi pelatih kiper. Maung Bandung kedatangan pelatih kiper dengan metode khasnya, yaitu Luizinho Passos dari Brasil.***

Rivan Mandala Putra
kolom
Wacana Kompetisi Format Baru
Di saat semuanya menantikan kepastian, malah muncul spekulasi bahwa kompetisi akan digelar dengan format baru
Selasa, 20-10-2020 17:00 WIB
kolom
Menikmati Ketidakpastian
PERSIB menyikapi hal tersebut dengan "enjoy"
Jumat, 16-10-2020 19:00 WIB
kolom
Mengawal Semangat Robert
Dengan semangat #Ngahiji, Robert pun selalu berusaha suasana menciptakan tim menjadi ceria dan bersahabat
Rabu, 14-10-2020 19:00 WIB