Selebrasi yang sangat dirindukan © PERSIB.co.id/Gregorius Aditya Katuk

kolom
Jumat, 08-01-2021 21:00 WIB

Dilema Sepakbola Indonesia

Hampir setahun, Indonesia kehilangan ingar bingar sepakbola, cabang olahraga yang diklaim paling populer di negeri ini. Olahraga ini digemari banyak orang. Mulai dari anak-anak hingga lansia. 

Seluruh kompetisi di Indonesia terhenti di tengah jalan akibat pandemi Covid-19. Hingga saat ini, kompetisi baru memasuki pekan ketiga. Sisanya tak kunjung menemui kejelasan.  

Pada pekan terakhirnya, sebanyak tiga pertandingan digelar dalam waktu bersamaan. PSM Makassar melawan Barito Putera, PS Tira vs Persita Tangerang dan PERSIB menjamu PSS Sleman, pada 15 Maret 2020 lalu. 

Dari tiga pekan Liga 1 2020, hanya PERSIB yang bisa mencatat hasil sempurna berupa tiga kemenangan. Pangeran Biru mencetak tujuh gol dan kemasukan dua kali. Sekali lagi, tujuh kali kita bersorak merayakan gol kemenangan.

Sayangnya, perayaan hanya sampai di situ. PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru akhirnya harus menunda pertandingan tersisa. Hingga saat ini, mereka sebagai pihak yang berwenang menggelar kompetisi belum mampu memberikan kepastian.

Upaya coba dilakukan dengan menawarkan pertandingan tanpa penonton dan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Namun, Polri tetap tak mau mengeluarkan izin penyelenggaraan pertandingan, atas dasar keselamatan. 

Alhasil, banyak orang mulai terdampak. Mulai dari pemain, pelatih hingga staf klub kehilangan mata pencahariannya. PSSI menerbitkan SK bernomor SKEP/69/XI/2020 berisikan enam keputusan, yang salah satunya membatasi nilai maksimal gaji sebesar 25 persen dari nilai kontrak semula. 

Pelatih PERSIB, Robert Alberts pernah berujar, terlalu banyak orang yang bergantung kepada sepakbola. Ketika hiburan rakyat ini hilang, perlahan-lahan jiwa banyak orang pun ikut terancam. "Kamilah korban dari kebijakan sepakbola di Indonesia yang mana ini sangat kita sayangkan," katanya.

Hal itu juga yang belakangan mulai riuh di jagat maya. Tagar #AyoMainLagi mulai riuh di media sosial, termasuk akun-akun milik pemain PERSIB seperti Nick Kuipers, Dedi Kusnandar dan Febri Hariyadi.

Lantas, bagaimana mengatasi dilema sepakbola nasional ini? Angka kasus positif Covid-19 masih meningkat dan seringkali mencatatkan rekor-rekor yang sama sekali tak membanggakan. Tapi di sisi lain, tidak sedikit juga orang yang hidupnya bergantung kepada sepakbola. 

Selayaknya, persoalan kompleks ini harus dibahas bersama-sama dalam waktu yang sesegera mungkin. Seiring dengan hal itu, perlu juga adanya dukungan dari setiap pihak yang terlibat agar pembahasan menemukan satu jalan tengah yang menjadi kemenangan bersama.*** 

Pandu Persada
kolom
Benahi Kompetisi di Tengah Pandemi
Terhentinya Liga 1 2020 harus diambil hikmah dan sisi positifnya bagi sepakbola Indonesia
Rabu, 20-01-2021 17:00 WIB
kolom
Langkah Nyata di Tengah Ketidakpastian
Membangun fasilitas latihan untuk tim sudah menjadi rencana besar PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB)
Rabu, 13-01-2021 18:00 WIB
kolom
Tahun Baru dengan Ketidakpastian Sama
Semua klub dan pemain berada dalam kebingungan akibat ketidakpastian
Selasa, 05-01-2021 18:00 WIB