PERSIB meluncurkan program "Bobotalk Bersama Telkomsel"  © PERSIB.co.id/Amandeep Rohimah

kolom
Senin, 31-08-2020 20:00 WIB

Cara PERSIB Bertahan di Tengah Pandemi

Pandemi global corona virus disease 2019 (covid-19) benar-benar memukul segala aspek kehidupan. Tak terkecuali industri sepakbola. Tentu saja, situasi yang sama juga terjadi di Indonesia.
Kurang dari tiga pekan sejak kasus positif covid-19 pertama ditemukan di Indonesia, tepatnya di Kota Depok, Jawa Barat, awal Maret 2020, sesuai arahan pemerintah, PSSI mengumumkan penghentian kompetisi untuk sementara. Liga 1 yang bersiap memasuki pekan keempat dan Liga 2 yang baru memainkan laga pembuka pun serempak berhenti.  Padahal, terutama untuk Liga 1, atmosfer kompetisi sudah mulai menghangat. Saat dihentikan, PERSIB pun tengah on fire dengan menyapu bersih tiga kemenangan di laga pembuka.

Dua pekan kemudian, ketika jumlah kasus positif covid-19 melonjak, PSSI kembali mengumumkan situasi force majeur. Melalui extraordinary meeting Liga 1 dan Liga 2, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan menghentikan kompetisi hingga 29 Mei 2020, sesuai masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan pemerintah. Opsinya, kompetisi dilanjutkan jika status tanggap darurat dicabut atau permanen diakhiri jika pandemi tak kunjung berakhir.

Penghentian kompetisi, apalagi disertai ketidakpastian kelanjutannya, tentu saja memukul kinerja klub, terutama dari sisi bisnis. Bukan hanya dipastikan kehilangan pendapatan dari roda kompetisi seperti tiket pertandingan dan sponsorships, mitra bisnis yang sudah mengikat kerjasama pun tidak sedikit yang membatalkan kesepakatannya. Itu artinya, kerugian miliaran rupiah membayang di depan mata setiap klub, tak terkecuali PERSIB.

Dalam situasi serbasulit, kemampuan adaptasi, inovasi dan kreasi menjadi kunci keberhasilan klub untuk bertahan di tengah pandemi. Kesadaran bahwa PERSIB sudah menjadi entertainment platform yang membangun hubungan dengan Bobotoh bukan hanya melalui pertandingan, menjadi titik awal pengambilan langkah strategis untuk mempertahankan geliat bisnis klub di masa pandemi. 

Tanpa pertandingan karena kompetisi dihentikan, bukan berarti kreativitas dan inovasi bisnis PERSIB ikut lumpuh, apalagi sampai mati. Sebab, interaksi dengan Bobotoh sudah menjadi kebutuhan harian yang terbangun melalui seluruh platform media sosial klub. Artinya, selain tiket pertandingan, sponsorships kompetisi dan merchandise, PERSIB masih bisa mengeksplorasi peluang pendapatan dari produksi konten yang sangat memungkinkan dikerjasamakan dengan mitra bisnis.

Di Eropa dan Amerika Serikat, sponsored content itu sudah sudah menjadi tren dan diprediksi bakal terus berkembang. Contohnya dengan apa yang sudah dilakukan Liverpool lewat program "Inside Training with AXA" dan Chelsea melalui "Player of the Season" yang disponsori Yokohama Tyres.

Berkaca pada sukses kedua klub besar Liga Utama Inggris tersebut, PERSIB pun mulai menggarap sejumlah proyek konten yang dikerjasamakan dengan mitra kerjanya.  Tentu, pengerjaan proyek-proyek tersebut tidak serta-merta dilakukan. Sebagai langkah awal, PERSIB melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM) yang bakal terlibat langsung maupun tidak langsung dalam produksi konten tersebut. Sebab, SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan program apapun yang berbau kreasi dan inovasi.

Selanjutnya, tahapan produksi konten dimulai. Sejumlah proyek digital sponsored content dengan beberapa mita kerja, baik yang sudah terjalin maupun baru, mulai dirancang dan secara bertahap digarap.
Sebagai pioner produk konten yang dikerjasamakan PERSIB dengan mitra kerjanya adalah program hiburan yang disiarkan eksklusif melalui aplikasi MAXstream dari Telkomsel. Produk perintisnya adalah program "PERSIB Ngaji with MAXstream" sepanjang bulan Ramadan lalu. Dalam program ini, beberapa pemain PERSIB dihadirkan untuk memperbincangkan keseharian mereka di bulan Ramadan.

Kemudian, PERSIB meluncurkan program "Bobotalk Bersama Telkomsel". Konten yang tayang di channel YouTube PERSIB ini merupakan program obrolan ringan yang melibatkan PERSIB dan Bobotohnya, baik live maupun taping (tunda). Sejauh ini, Bobotalk yang sudah diproduksi beberapa episode mendapatkan reaksi cukup positif.

Selanjutnya, berbagai konten lain pun digarap dan mampu menghadirkan kerjasama saling menguntungkan dengan mitra kerja seperti Indofood dan Envi.  Umumnya sponsor tertarik memberikan konten interaktif berhadiah untuk membangun asosiasi positif terhadap produk atau brand dari sponsor yang sedang dikomunikasikan.

Tentu saja, sangat terbuka kemungkinan kerjasama produksi konten kreatif lain dengan mitra kerja - mitra kerja PERSIB lainnya di masa pandemi yang belum juga berakhir.

Kita semua berharap, pandemi global Covid-19 segera berakhir. Sebab, kita dan semua orang sudah sangat merindukan atmosfer sepakbola yang lumpuh dalam rentang waktu enam bulan terakhir. Namun, ada satu pelajaran yang tidak boleh dilupakan dari pandemi ini. Kini, kita semua menyadari bahwa sepakbola bukan hanya pertandingan di lapangan hijau. Sesuai perkembangan teknologi, sepakbola memiliki sisi dunia lain yang juga sangat potensial untuk perkembangan industrinya.***
 

persib.co.id
kolom
Asa Kembali ke GBLA
Tanggal 23 September 2018 menjadi penanda berakhirnya PERSIB bermain di GBLA
Rabu, 23-09-2020 17:00 WIB
kolom
Sayap-sayap PERSIB
Robert Alberts telah memiliki lima pemain sayap berbahaya
Selasa, 22-09-2020 17:00 WIB
kolom
PERSIB dan Bobotoh Global
Tanpa Bobotoh, PERSIB bukanlah apa-apa
Senin, 21-09-2020 19:00 WIB