Dadang Hidayat (berdiri kedua dari kiri) © PERSIB.co.id/M. Jatnika Sadili

interview
Senin, 03-08-2020 21:00 WIB

Dahi: Suladi Striker Berkualitas

Kualitas Suladi sebagai ujung tombak masih sangat menempel dalam ingatan kapten PERSIB di era Liga Indonesia, Dadang Hidayat. Selama dua tahun, Dahi -- sapaan akrabnya -- bisa berkolaborasi dengan salah satu striker kebanggaan Pangeran Biru itu.

Suladi berbaju PERSIB pada LI IX/2003 ketika ditukangi pelatih asal Polandia, Marek Andrejz Sledzianowski. Ketika itu, ia diproyeksikan berkolaborasi dengan Maciej Dolega dan Imral Usman. 

Ketika Marek digantikan pelatih asal Cile, Juan Antonio Paez, Suladi tetap menjadi pilihan hingga berakhirnya LI X/2004.

PERSIB.co.id berkesempatan berbincang bersama Dahi untuk mengenang mendiang Suladi yang meninggal dunia pada 19 Oktober 2013 silam.

Assalamualaikum, apa kabarnya, Kang?

Alhamdulillah baik, kumaha sawalerna?

Alhamdulillah. Apa kegiatan Kang Dahi sekarang?

Saya masih tidak jauh dari sepakbola. Seminggu bisa tiga sampai empat kali main. Ya lumayan untuk menjaga kesehatan.

Kalau main masih sanggup, bagaimana dengan melatih? 

Saya memang kebetulan belum ada pengalaman melatih. Tapi keinginan untuk belajar melatih, sekadar berbagi ilmu dan pengalaman itu ada. Mudah-mudahan ada rezeki ke depannya. 

PERSIB pernah punya salah satu striker berkualitas dan kebetulan pernah satu tim dengan Kang Dahi, yaitu Suladi. Apa yang terlintas di ingatan Kang Dahi soal almarhum? 

Ya, dari level usia, kami memang satu angkatan. Kami pernah ketemu dulu di Piala Menpora U-21. Dia main untuk PSGJ Cirebon dan saya di PERSIB. Pertama, kami kalah 1-3 saat main di Cirebon dan dia cetak gol.  Kami ketemu lagi di Stadion Siliwangi. Sebagai tim tuan rumah, kami punya motivasi tinggi agar bisa menang dan akhirnya bisa membalas 3-0 dengan dua gol di antaranya saya yang buat.

Saat itu, kami berdua pernah dilatih almarhum Dede Rusli dan Ade Dana. Memang pelatih sudah kasih tahu kalau dia striker bagus. Kualitas Suladi memang sudah terlihat bagus sejak waktu itu. Apalagi sundulannya. Lalu dia punya pengalaman di Persikab. Baru setelah itu gabung ke PERSIB. Adaptasinya terbilang cepat dan dia bisa membuktikan dari kepercayaan yang sudah diberikan. 

Antara sebagai lawan dan kawan, apakah ada perbedaan dalam diri Suladi?

Masih sama saja. Dia pemain berkarakter yang punya kemauan untuk bekerja keras. Saat kami akhirnya main di klub yang sama yaitu PERSIB, semangat itu terlihat. Kerja keras dia di lini depan menjadi motivasi buat saya di belakang agar dari segi kualitas, sama bagusnya. Ketika dia rajin bikin gol, saya pun berusaha agar pertahanan tidak mudah kemasukkan.***

persib.co.id
legenda
Dadang Hidayat Berkarier Hanya untuk PERSIB
Dadang Hidayat bercerita tentang predikat one man one club di PERSIB
Senin, 17-08-2020 09:00 WIB
berita harian
Tinggalkan Rumah Sakit, Indra Tohir Diizinkan Rawat Jalan
Indra M. Thohir diizinkan pulang dari Rumah Sakit Santosa Bandung, pada Senin 3 Agustus 2020
Senin, 03-08-2020 17:00 WIB
berita harian
Mohon Doa, Pelatih Legendaris PERSIB Sedang Dirawat di Rumah Sakit
Pelatih legendaris PERSIB, Indra M. Thohir dirawat di Rumah Sakit Santosa Bandung
Minggu, 02-08-2020 15:00 WIB