Ilustrasi cedera Halodoc (c) Shutterstock

from partner
Minggu, 27-10-2019 10:00 WIB

Ini Empat Cedera yang Jadi Momok Pesepakbola

Ketat dan padat. Itulah yang tergambar dalam penjadwalan pertandingan Liga 1 musim 2019 ini. Setidaknya, dalam sepekan, sebuah tim harus memainkan dua pertandingan dengan jarak venue dan waktu tempuh yang cukup jauh.

Seperti halnya PERSIB yang Rabu 23 Oktober lalu dijamu Bhayangkara FC di Jakarta, lalu pada Senin 28 Oktober besok akan meladeni Persija Jakarta di Bali. Risiko cedera terbilang cukup tinggi dengan ketatnya jadwal seperti ini.

Meski demikian, boleh dibilang cedera merupakan hal yang lumrah dialami pesepakbola. Semua pemain berisiko mengalami cedera tiap kali berlaga di lapangan hijau. Mulai kaki sampai kepala, tak luput dari cedera.

Lantas, cedera apa saja sih yang umumnya dialami pesepak bola? Mari kita simak di penjelasan di bawah ini:

1. Sprain Injuries 
Sprain Injuries dikenal dengan cedera keseleo atau terkilir. Cedera ini sering kali menghantui pergelangan kaki pemain. Menurut laman FIFA, cedera yang satu ini termasuk salah satu cedera yang sering dialami pesepakbola saat merumput. Cedera ini bisa terjadi pada sisi luar pergelangan kaki, ketika posisi telapak kaki berubah tiba-tiba ke dalam atau karena telapak kaki yang mengarah ke luar.

Cedera sprain merupakan cedera yang terjadi pada ligamen, yaitu jaringan ikat yang menghubungkan antara tulang dan sendi. Cedera ini dalam dunia sepak bola bisa diakibatkan  oleh hantaman antar tubuh pemain yang tidak terelakkan, salah posisi lari, atau mendarat dengan posisi yang salah.

Nah, bila pemain mengalami cedera ini, gejalanya berupa bengkak dan nyeri pada pergelangan kaki. Umumnya, semakin besar bengkak dan terasa sakit, semakin parah cedera tersebut. 

Melansir Mayo Clinic, cedera sprain yang tak ditangani dengan tepat bisa saja menimbulkan berbagai komplikasi. Misalnya, menyebabkan nyeri kronis pada pergelangan kaki, artritis sendi pergelangan kaki, dan ketidakstabilan kronis pada sendi pergelangan kaki. 

Oleh sebab itu, atlet profesional mesti dievaluasi oleh seorang ahli medis profesional untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, mulai dari perawatan hingga rehabilitasi. 

Nah, bagi kamu yang ingin mendapatkan perawatan dengan cepat, kini bisa booking dokter online dan daftar di rumah sakit yang kamu inginkan lewat aplikasi Halodoc. Sangat mudah, kan? 

2. Cedera Hamstring
Masih melansir laman FIFA, cedera hamstring merupakan cedera yang sering terjadi di lapangan hijau. Hamstring merupakan kondisi terpelintirnya otot hamstring atau bisa juga terjadi robekan. Hamstring sendiri dibagi jadi tiga kelompok otot pada paha bagian belakang. Cedera ini biasanya terjadi karena gerakan menendang yang dilakukan pemain.
Cedera hamstring menjadi momok yang menakutkan. Alasannya, angka kejadian berulang dari cedera ini sangat tinggi. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk sembuh pun relatif lebih panjang dibandingkan cedera hamstring yang pertama kali.


3. Cedera ACL
ACL kepanjangan dari ligamen krusiatum anterior, salah satu ligamen penahan persendian lutut. Cedera ini biasanya disebabkan oleh kontak langsung, seperti tekel dari pemain lawan. Selain kontak langsung, penyebabnya juga bisa dari non-kontak, misalnya pergerakan yang cepat dan mendarat dengan posisi yang salah. Jangan main-main dengan ACL. Masa penyembuhan cedera ACL butuh waktu lama, setidaknya enam bulan. Artinya, pemain yang mengalami cedera ACL mesti merelakan penampilannya selama setengah musim pertandingan. Selain itu, cedera ini pun juga bisa meredupkan karier sebagai pemain sepak bola, lho.
Oleh sebab itu, bagi kamu yang berprofesi sebagai atlet profesional atau amatir, segeralah temui dokter bila mengalami cedera ini. Kamu bisa kok bertanya pada dokter Lewat aplikasi Halodoc. Tak cuma itu kamu juga bisa booking dokter online dan daftar di rumah sakit yang kamu inginkan.
 

4. Cedera Kepala
Dampak trauma pada bagian kepala memang sangat menakutkan. Cedera kepala dalam dunia sepak bola biasanya terjadi akibat benturan sesama pemain, tiang gawang, tanah, ataupun
bola. Lalu, apa sih dampak dari cedera kepala? Hati-hati cedera ini bisa menyebabkan gegar otak, cedera pada mata, ataupun keretakan tulang tengkorak. 

Nah, sudah tahu kan cedera apa saja yang umumnya dialami pesepak bola. Ingat, bila mengalami cedera saat bermain bola atau olahraga lainnya, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung atau booking dokter online dan daftar di rumah sakit yang kamu inginkan lewat aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
FIFA.Diakses pada 2019. Common injuries.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sprain: First aid.
ProOrtho - Orthopedic and Sports Medicine. Diakses pada 2019. FIFA World Cup Common Injuries.

Halodoc
from partner
Halodoc Bagi-bagi Merchandise Gratis di SJH
Salah satu mitra resmi PERSIB, Halodoc, bagi-bagi merchandise gratis untuk bobotoh yang hadir menyaksikan pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat.
Minggu, 23-06-2019 14:57 WIB
berita harian
Hariono: Bersama Halodoc, Layanan Kesehatan Makin Mudah
Bersama Halodoc menjaga kesehatan menjadi jauh lebih mudah
Kamis, 02-05-2019 16:00 WIB
berita harian
PERSIB Sambut Kerjasama dengan Halodoc
Komisaris Utama PT PERSIB Bandung Bermartabat, Zainuri Hasyim menyambut gembira peresmian kerjasama dengan perusahaan aplikasi Halodo
Kamis, 02-05-2019 15:00 WIB