sejarah
Jumat, 05-03-2021 20:30 WIB

Cerita Juara: Terpuruk, Bangkit, Kampiun

Perjalanan PERSIB menuju podium juara Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1989/1990 bisa dibilang penuh rintangan dan hambatan.  Bagaimana tidak, pelatih Pangeran Biru saat itu, Ade Dana dituntut bisa mengkolaborasikan skuadnya dari dua generasi yang berbeda. Seperti diketahui, skuad PERSIB 1989/1990 adalah gabungan generasi baru dan sisa kejayaan di tahun 1986. 

Sebagai sebuah tim, meramu kerjasama bukanlah perkara mudah. Terbukti, di awal-awal kompetisi bergulir, Sutiono Lamso dan kawan-kawan seperti tak bertaji. Bahkan, di empat laga pembuka, mereka tak mampu meraih satu pun kemenangan. 

Di laga perdana babak penyisihan Wilayah Barat, PERSIB dipermalukan tim promosi Persita Tangerang di kandang sendiri dengan skor akhir 0-1. Tentu, ini merupakan awal yang buruk untuk memulai sebuah petualangan. Caci-maki bobotoh pun menyertai tur PERSIB ke Jakarta dan Sumatra. 

Alih-alih bangkit di laga berikutnya, krisis kepercayaan diri masih menghampiri PERSIB. Ditahan imbang Persija Jakarta 0-0, kalah oleh PS Bengkulu 1-2 dan kembali meraih hasil seri 1-1 dengan PSDS Deli Serdang. 

Kondisi ini membuat PERSIB harus bercermin diri. Evaluasi di segala lini juga dilakukan. Sebab, kekecewaan itu bukan hanya dirasakan mereka yang bertanding, tetapi juga Bobotoh yang senantiasa mendukung tim di mana pun itu. 

Di laga kelima, PERSIB dijadwalkan melakoni partai tandang menghadapi PSMS Medan. Sebuah laga sulit bagi Adjat Sudradjat dan kawan-kawan. Semua terasa kian berat karena PSMS adalah musuh bebuyutan PERSIB kala itu. 

Namun, Ade Dana menggunakan momentum ini dengan tepat. Ia membangkitkan semangat juang anaknya untuk mengalahkan Si Ayam Kinantan sebagai momentum kebangkitan. Hasilnya positif, PERSIB menang 3-2 di Medan. 

Mulai dari situlah, karakter PERSIB kembali menyertai setiap penampilan para pemain di lapangan. Mampu membalas kekalahan atas Persita dengan skor akhir 2-0, meraih hasil seri dengan Persija dan PSMS, membantai PSDS 3-0 serta menekuk PS Bengkulu 2-0 pada laga penutup babak penyisihan. 

Kebangkitan skuad asuhan Ade Dana tersebut berbuah manis. PERSIB berada di peringkat 2 klasemen akhir babak penyisihan dan berhak lolos ke babak 6 besar. 

Di babak 6 besar semua pertandingan dimainkan di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Pangeran Biru tergabung ke dalam Grup 2 bersama Persebaya Surabaya dan PSMS Medan. 

PERSIB tampil solid dan tak terkalahkan di fase ini. Menang atas Persebaya 2-0 berkat dwigol Sutiono Lamso dan kembali mampu menahan imbang PSMS, 0-0. Hasil ini sudah cukup untuk mengantarkan PERSIB ke babak semifinal untuk PSM Makassar. 

Momentum yang baik terus dimanfaatkan Pangeran Biru. Seolah mereka sudah melupakan awal yang buruk di empat laga pembuka. PERSIB kembali meraih hasil sempurna di babak semifinal dengan mengalahkan PSM 3-0. Tiga gol Pangeran Biru dicetak Adjat Sudradjat pada menit 37, Robby Darwis (56) dan Dede Rosadi (83). 

Tiket ke final pun sudah di tangan. Seluruh Bobotoh menyambutnya dengan perasaan bangga sekaligus bahagia. Tanggal 11 Maret 1990 di Stadion Senayan Utama, Jakarta digelar partai pamungkas antara PERSIB dan Persebaya. 

Di pertandingan final itu, skuad besutan Ade Dana kembali tampil kompak dan disiplin. Peluang pun tercipta dari menit ke menit. Namun, kebuntuan baru bisa dipecahkan pada menit 7 lewat bunuh diri pemain Persebaya, Subangkit. Pada babak kedua, Pangeran Biru memantapkan kemenangan dengan satu gol tambahan dari Dede Rosadi pada menit 59. Gol itu semakin membuat Persebaya terkurung dan kehilangan kepercayaan diri. 

Sampai dengan peluit panjang dibunyikan, tak ada tambahan gol tercipta dan PERSIB menjadi juara Divisi Utama Kompetisi Perserikatan 1989/1990 berkat semangat juang para pemenang.***


persib.co.id


sejarah
Cerita Juara: Angkat Trofi di Tanah Orang
Rasa bagga Dedi Kusnandar bawa PERSIB berjaya di Tenggarong.
Senin, 15-03-2021 15:45 WIB
sejarah
Cerita Juara: PERSIB Juara Bersama Bobotoh
Atep dkk catatkan sejarah juara Piala Soeratin untuk pertama kalinya.
Jumat, 12-03-2021 16:20 WIB
sejarah
Cerita Juara: Nandar Iskandar yang Pantang Menyerah
Namun, kegagalan tak membuatnya menyerah
Rabu, 10-03-2021 18:08 WIB