Asep Sumantri © PERSIB.co.id/Amandeep Rohimah

legenda
Minggu, 28-06-2020 18:00 WIB

Asep Sumantri Mengenang Laga Kontra Persebaya di Final Kompetisi Perserikatan 1989/1990

Hari ini, Minggu 28 Juni 2020, PERSIB seharusnya melawat ke markas Persebaya Surabaya untuk memainkan pertandingan lanjutan Liga 1 2020. Namun, pandemi virus corona membuat kompetisi ditangguhkan dan pertandingan seru kedua tim tak bisa disaksikan hari ini.

Namun, patut dicatat, pertemuan PERSIB dan Persebaya selalu menarik dan sengit. Persaingan kedua tim eks Kompetisi Perserikatan ini selalu memiliki nilai historis. Salah satunya adalah pertandingan final Kompetisi Perserikatan Divisi Utama PSSI 1989/1990 di Stadion Utama Senayan, Jakarta, 11 Maret 1990.

Saat itu, puluhan ribu bobotoh yang memadati stadion menjadi saksi keberhasilan PERSIB meraih gelar juara setelah mengalahkan Persebaya 2-0 (1-0) di laga final yang berlangsung pada Minggu malam. Kemenangan PERSIB ditentukan oleh gol bunuh diri pemain Persebaya Subangkit pada menit ke-6 dan Dede Rosadi menit ke-59.

Pada pertandingan ini, pelatih Ade Dana menurunkan 11 pemain terbaiknya. Mereka adalah Samai Setiadi (kiper), Dede Iskandar, Ade Mulyono, Robby Darwis, Adeng Hudaya (belakang), Asep Sumantri, Nyangnyang, Yusuf Bachtiar (tengah), Sutiono Lamso, Adjat Sudradjat, dan Djadjang Nurdjaman (depan). 

Sebagai seorang pelaku sejarah, Asep Sumantri mengaku sangat berkesan dengan momen final tersebut. Sebab, gelar juara yang diraih PERSIB didapatkan saat usianya baru 19 tahun. Ujeb - sapaan karibnya - tak pernah membayangkan bisa langsung berprestasi di usia semuda itu.

Dia pun bersyukur bisa merasakan empat kali juara bersama PERSIB. Setelah 1989/1990, Ujeb kembali meraih gelar juara bersama PERSIB pada tahun 1993/1994 dan Liga Indonesia I/1994-1995. Satu gelar kembali dirasakan saat menjadi asisten pelatih Pangeran Biru tahun 2014.

"Usia muda 19 tahun. Pertama ikut even resmi kompetisi, juara. Sampai saat ini tak terlupakan. Saat itu, meskipun saya tidak terlalu pamor seperti pemain senior lainnya, tapi alhamdulillah gelar juara itu seperti awal sangat bagus buat saya dalam sepakbola," kata Ujeb, Minggu 29 Juni 2020.

Saat itu, Ujeb mengakui, bukan hal mudah menembus final. Sempat terseok-seok pada babak penyisihan wilayah, penampilan Pangeran Biru terus membaik dan bangkit tidak terkalahkan hingga final di Jakarta. Itu semua menurutnya berkat kerja keras semua. Terlebih, motivasi setelah kehilangan gelar pada Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1986/1987 dan 1987/1988. ***


persib.co.id


legenda
Sosok Yusuf Bachtiar di Mata Abdul Aziz
Sosok Yusuf Bachtiar juga diidolakan oleh pemain PERSIB
Jumat, 26-06-2020 18:00 WIB
legenda
Witarsa, Pelopor Pemain PERSIB di Timnas
Pemain kelahiran 12 Maret 1930 ini merupakan andalan skuat Maung Bandung pada era 50-an
Kamis, 25-06-2020 17:00 WIB
interview
Boy Jati, "Saya Pastikan, PERSIB Klub Terbaik"
Boy Jati Asmara adalah eks penyerang PERSIB yang dikenal cukup nyentrik
Senin, 15-06-2020 18:00 WIB