
N/A
|
PERSIB menyambut kembali bergulirnya Liga 1 2021/2022 setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19. Namun, seiring berjalannya waktu, sejumlah permasalahan timbul di tengah-tengah bergulirnya kompetisi yang digelar dengan sistem gelembung atau bubble. Penerapan sistem gelembung di Liga 1 2021/2022 tak lepas dari upaya operator kompetisi dan PSSI ikut andil dalam kampanye pencegahan penyebaran Coavid-19. Risikonya, seluruh pemain, pelatih dan ofisial tim, harus meninggalkan keluarga dalam waktu yang terbilang lama. "Main di satu musim kompetisi dengan bubble system, selalu keluar dari rumah, tidak enak. Pemain, staf dan orang yang bekerja di sepakbola juga punya hidupnya sendiri. Dengan bubble system ini sangat menyusahkan karena kami rindu keluarga," kata gelandang PERSIB, Marc Klok dalam The Untold Stories episode 1. Selain sistem gelembung, kepastian penyelenggaraan Liga 1 pun dinilai cukup mendadak. Pangeran Biru saat itu hanya memiliki waktu sekitar dua sampai tiga pekan untuk menjalani latihan. Pelatih PERSIB, Robert Alberts mengaku tak cukup puas dalam mempersiapkan skuad asuhannya saat itu. "Kita seharusnya tidak lupa bahwa 'Liga Gelembung' ini tiba-tiba digelar dengan hanya persiapan selama dua pekan," kata pelatih berusia 67 tahun asal Belanda itu. Sejumlah permasalahan lainnya terus berdatangan menimpa PERSIB dalam mengarungi kompetisi. Apa saja masalah lainnya dan bagaimana skuad Pangeran Biru bisa keluar dari segala permasalahan tersebut? Saksikan selengkapnya hanya di Bubble Trouble -- The Untold Stories di kanal Youtube resmi PERSIB. *** |


