
Mochammad Devin Ikhsa'an Nabil
Akhir pekan lalu, Muhammad Ridwan kembali ke Bandung. Sosok yang turut mengantarkan PERSIB menjuarai Liga Super Indonesia (LSI) 2014 ini datang ke Stadion PERSIB untuk mendampingi tim PSIS Semarang yang bertanding di Elite Pro Academy Liga 1 2024/2025. Sosok kelahiran Semarang, 8 Juli 1980 tersebut kini menjabat sebagai Manajer PSIS.
Bersama PERSIB selama tiga musim, Ridwan yang didatangkan pelatih Djadjang Nurdjaman menjelang bergulirnya LSI 2013, tampil dalam 54 pertandingan dengan sumbangan 15 gol. Pada musim pertamanya, Ridwan menjadi pencetak gol terbanyak kedua PERSIB dengan 12 gol. Ia hanya kalah banyak dari Sergio van Dijk dengan 21 gol.
Ketika mengantarkan PERSIB menjadi juara LSI 2014, Ridwan mencetak satu dari dua gol PERSIB dalam waktu normal partai final melawan Persipura Jayapura di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, 7 November 2014, sebelum laga diselesaikan melalui babak perpanjangan waktu dan adu penalti.
Meski pernah malang melintang bersama klub-klub lain, Ridwan mengakui jika bergabung dengan PERSIB merupakan salah satu pengalaman terbaik dalam karier sepakbolanya. Bahkan, ia pun menganggap Kota Bandung sebagai rumah keduanya setelah Semarang.
"Selalu menyenangkan kembali ke Bandung dengan kondisi yang berbeda. Dulu bermain, sekarang melatih. Tapi apapun itu, setiap kali ke Bandung ada sesuatu hal yang mengasyikkan," ungkap Ridwan.
Ridwan pun mengenang pengalamannya saat masih menjadi bagian dari skuad Maung Bandung. Stadion PERSIB yang di dalamnya ada mes pemain merupakan tempat tinggalnya selama hampir tiga tahun.
"Di sini (Stadion PERSIB) ada mes tempat saya tinggal dulu. Sampai sekarang katanya masih jadi mes. Dulu, malah enggak sempat kita berlatih di sini karena saat itu kondisi lapangannya belum bagus. Sekarang sudah bagus, ini sesuatu yang positif. Kalau dulu membayangkan bangun tidur, latihan, tidak jauh-jauh, tinggal turun langsung ke lapangan," kenangnya.
Ridwan juga memuji perkembangan fasilitas di Akademi PERSIB yang semakin maju. "Sekarang, PERSIB punya alat-alat untuk membantu mengembangkan potensi-potensi terbaik di akademinya. Ini satu hal yang sangat bagus," katanya.***


