
Muhammad Jatnika Sadili
Suasana berbeda terasa di Lapangan Padel One, Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Selasa, 3 Februari 2026. Bukan sekadar adu strategi atau hitung skor, dentuman bola padel kali ini mengusung misi yang lebih bermakna. Di lapangan yang sama, semangat olahraga bertemu dengan empati, menyatukan berbagai elemen Kota Bandung untuk satu tujuan kemanusiaan.
Perwakilan PT PERSIB Bandung Bermartabat, para mantan pemain, komunitas Bobotoh, hingga musisi-musisi Bandung, melepas sejenak atribut profesinya. Mereka hadir sebagai satu keluarga besar yang bergerak bersama untuk membantu korban bencana alam di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan amal ini menjadi pengingat bahwa di saat musibah datang, batas antara lapangan hijau, arena olahraga, dan panggung musik tak lagi relevan. Yang tersisa adalah kepedulian dan tanggung jawab sosial sebagai sesama manusia.
Kolaborasi ini juga menegaskan bahwa PERSIB tidak hanya hidup dalam 90 menit pertandingan, tetapi juga hadir dalam denyut kehidupan masyarakat. Begitu pula para musisi Bandung yang menunjukkan bahwa karya dan pengaruh mereka dapat menjangkau lebih jauh, hingga menyentuh sisi kemanusiaan.
Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat, Kuswara S. Taryono, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa momen ini adalah cerminan dari nilai yang selama ini dipegang bersama.
"Ini adalah bentuk sinergi antara PERSIB dan musisi Bandung. Kami melihatnya bukan hanya dari sisi olahraga atau sekadar bermain padel, tetapi sebagai ruang silaturahmi dan empati yang tulus terhadap saudara-saudara kita di Cisarua," ujar Kuswara.
Alih-alih membicarakan taktik permainan, fokus utama pertemuan ini adalah bagaimana memberikan dukungan moral dan perhatian berkelanjutan bagi warga Kabupaten Bandung Barat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana. Menurut Kuswara, kegiatan ini diharapkan dapat memantik kesadaran kolektif bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama.
Lebih dari sekadar acara, inisiatif ini diharapkan menjadi contoh dan budaya baru. Kolaborasi lintas sektor, olahraga, musik, komunitas, dan masyarakat, dapat menjadi respon cepat dan nyata ketika kemanusiaan membutuhkan uluran tangan.
"Agenda ini paling tidak menumbuhkan rasa empati," tambahnya. Dengan dukungan nama besar PERSIB dan daya tarik para musisi Bandung, perhatian publik diharapkan terus terjaga, sehingga proses pemulihan di Cisarua dapat berjalan dengan lebih kuat dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Kuswara juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran acara ini, termasuk sejumlah mantan pemain PERSIB seperti Djadjang Nurdjaman, Zaenal Arif, Atep dan Tantan.
"Terima kasih untuk sponsor, Padel One, musisi Bandung, panitia yang sudah suport kegiatan," kata Kuswara.***


