
Reporter: Pandu Persada - Foto: Fernando Hero
PERSIB U18 harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 2-2 dengan Arema FC pada pertandingan lanjutan Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di SPOrT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu, 7 November 2026. Gol Raushan Dzakwan Fakhrizi pada menit-menit akhir menyelamatkan Maung Ngora dari kekalahan di kandang sendiri.
PERSIB U18 sebenarnya mampu mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 1-0. Girly Andrade Guevara berhasil membobol gawang Arema FC pada menit ke-40 sekaligus memberikan modal positif bagi Maung Ngora untuk memasuki babak kedua.
Namun, situasi berubah drastis setelah turun minum. Arema FC mampu membalikkan keadaan hanya dalam waktu tiga menit melalui gol Azzah Rabbel Kis Jatmiko pada menit ke-46 dan Dzakwan Ayyasy Amri pada menit ke-49.
Tertinggal 1-2, PERSIB U18 berusaha meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Raushan Dzakwan Fakhrizi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89. Gol tersebut memastikan PERSIB U18 terhindar dari kekalahan.
Tambahan satu poin membuat PERSIB U18 kini mengoleksi 10 poin dan menempati peringkat keenam klasemen sementara Grup B. Sementara itu, Arema FC berada di posisi kedelapan dengan raihan lima poin.
Pelatih PERSIB U18, Tito Agung Setiawan, mengaku kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Ia menilai, sejumlah materi yang telah diberikan selama latihan, khususnya dalam memperbaiki organisasi pertahanan, belum mampu diterapkan secara maksimal saat pertandingan.
Bahkan, beberapa kesalahan individu justru memberikan keuntungan bagi lawan untuk menciptakan peluang dan menghasilkan gol.
"Hasil latihan memperbaiki pertahanan terlihat belum berhasil. Tadi banyak membuat kesalahan sendiri yang dimanfaatkan lawan untuk jadi peluang dan berakhir gol. Tapi, kami akan tetap berusaha agar pada pertandingan selanjutnya bisa lebih baik," kata Tito setelah laga.
Lebih lanjut, Tito menyoroti persoalan konsistensi sebagai salah satu pekerjaan rumah terbesar yang harus segera dibenahi. Menurutnya, para pemain pada kelompok usia tersebut masih membutuhkan proses untuk menjaga stabilitas performa dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Ia berharap, pengalaman menghadapi Arema FC bisa menjadi pembelajaran berharga agar para pemain mampu menunjukkan perkembangan dan tampil lebih konsisten pada laga selanjutnya.
"Di usia-usia ini memang salah satunya belum bisa stabil di dalam performa. Kadang performa yang sudah baik bisa hilang di pertandingan selanjutnya. Tapi saya yakin, di pertandingan selanjutnya mereka bisa berprogres," tutupnya.***


