
M Jatnika S - Image: Ramha Rimba Antara
Duel sengit dan adu strategi akan tersaji dalam lanjutan Super League, besok malam. PERSIB menjamu Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Minggu 18 Oktober 2026.
Kedua tim sama-sama menunjukkan kesiapan tinggi. Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat. Dalam konferensi pers pra laga kedua kubu saling melempar pujian sekaligus mempelajari kelemahan dan kelebihan lawan secara mendalam.
Pelatih PERSIB, Igor Tolic, mengatakan calon lawannya memiliki organisasi permainan yang rapi mulai dari lini pertahanan hingga lini serang. Tidak hanya strategi pelatih lawan, pemain Persik juga menjadi perhatian serius tim pelatih PERSIB.
"Mereka memiliki dua gelandang bertahan yang bagus, lini belakang mereka aktif bermain, bahkan penjaga gawang mereka sangat menikmati proses build-up. Penyerang tengah mereka tangguh dalam duel udara dan sering bergerak cerdik ke tiang jauh," kata Tolic.
Tak hanya lini tengah dan pertahanan, potensi gempuran dari sektor sayap Macan Putih juga menjadi perhatian serius tim pelatih PERSIB. Dia pun percaya anak asuhnya akan kerja keras untuk bisa meraih poin maksimal di kandang.
"Pemain sayap mereka bagus dalam menggiring bola, sementara bek kiri mereka sangat cepat, pengumpan silang yang handal, dan mahir melakukan dribble. Kami tahu banyak hal tentang mereka, tapi kita lihat saja saat pertandingan dimulai siapa yang akan turun dan bagaimana strateginya di lapangan," ucapnya.
Sementara itu, Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menegaskan bahwa timnya telah menyiapkan rencana permainan spesifik untuk meredam kekuatan PERSIB. Ia menilai PERSIB sebagai tim berkualitas merata di semua lini dengan potensi ancaman yang sangat besar jika diberi keleluasaan menguasai bola.
"PERSIB adalah tim yang memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi di setiap posisi. Mereka punya pemain penyerang yang hebat dan bek yang kuat," ujar Marcos Reina.
Marcos menambahkan, kecerdasan taktik dan pergerakan tanpa bola menjadi salah satu kunci bahaya Pangeran Biru yang wajib diwaspadai anak asuhnya sepanjang 90 menit.
"Begitu mereka menguasai bola di dekat gawang, mereka sangat berbahaya dalam setiap skema yang bisa merugikan Anda. Jika dibiarkan memegang bola, mereka akan mulai melakukan banyak rotasi dan pergerakan yang menyulitkan untuk direbut kembali. Tapi kami sudah mempelajari mereka dan menyiapkan rencana terbaik. Kami optimistis bisa meraih hasil bagus," ucapnya. **


