
Pandu Persada
PERSIB U20 meraih kemenangan 3-2 atas Malut United pada laga terakhirnya di Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/26 di SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu, 26 April 2026.
Sempat unggul lebih dulu melalui M. Ramadhian Fadli pada menit 18, PERSIB U20 balik tertinggal oleh gol Ilham U. Maradjabessy menit 48 dari titik penalti dan M. Risky Safri menit 51. Namun, Maung Ngora menolak menyerah hingga akhirnya balik unggul lewat gol M. Bagus Cahaya Islami menit 77 dan Maliq Aqmar K. Winata menit 85.
Berkat kemenangan itu, PERSIB pun menempati posisi kelima dengan koleksi 47 poin, hasil 13 menang, 8 imbang dan 11 kekalahan.
Pelatih PERSIB U20, Sabrun Hanapi menyebut perjuangan tim asuhannya seperti sebuah film dokumenter, The Last Dance yang bercerita tentang perjuangan pebasket legendaris, Michael Jordan bersama timnya, Chicago Bulls.
"The Last Dance. Ini musim yang sulit buat tim. Mereka pernah berada di atas, lalu seketika ada di bawah, tapi bisa bangkit sampai hari ini. Anak-anak sebenarnya sangat kecewa tidak bisa ke final tapi tidak mau juga menunjukkannya," buka Sabrun.
"Sehingga hari ini kita lihat bagaimana mereka berjuang habis-habisan menjalankan taktik hingga akhirnya dapat hasil yang manis setelah sempat tertinggal. Jujur saya tersentuh dengan perjuangan mereka," tambahnya.
Tim pelatih PERSIB U20 telah melakukan evaluasi singkat yang bisa dijadikan tolak ukur untuk kompetisi EPA Super League musim depan. Menurut Sabrun, penting bagi tim untuk tampil konsisten dengan komposisi tim yang lebih baik demi bisa berprestasi.
"Sebenarnya tim ini sudah bekerja dengan baik, hanya kurang konsisten. Tahun ini pun sudah punya kedalaman yang cukup. Ketika dapat kesempatan, pemain pengganti bisa membuktikan tapi semoga bisa lebih baik tahun depan," harapnya.***


