
Muhammad Jatnika Sadili
Bertepatan dengan momentum Hari Kekayaan Intelektual (KI) Sedunia 2026, PERSIB menyuarakan, pengelolaan brand yang profesional menjadi kunci keberlanjutan industri olahraga modern. Hal ini disampaikan dalam acara "Ngopi Pagi Bareng Kemenkumham Kanwil Jabar" di PERSIB Store, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung, Senin 27 April 2026.
Acara yang mengusung tema "Jawara Kekayaan Intelektual, Jawara Olahragana" ini menghadirkan narasumber lintas sektor, yakni Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar Asep Sutandar, Vice President Commercial PT PERSIB Bandung Bermartabat Budi Ulia, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung Sigit Iskandar.
Budi Ulia menjelaskan , PERSIB saat ini telah bertransformasi bukan sekadar tim sepakbola, melainkan sebuah brand dengan nilai ekonomi yang kuat. Menurutnya, perlindungan KI adalah instrumen utama untuk menjaga identitas klub.
"Kekayaan Intelektual membantu kami menjaga identitas tersebut, mulai dari logo, jersey, hingga berbagai kampanye yang kami lakukan. Karena pada akhirnya, yang kami jaga adalah kepercayaan Bobotoh," kata Budi.
Terkait maraknya produk tidak resmi di pasaran, Budi menjelaskan, PT PERSIB Bandung Bermartabat lebih mengedepankan pendekatan edukatif daripada defensif. Ia mengajak Bobotoh untuk melihat official merchandise sebagai bentuk kontribusi nyata bagi klub.
"Membeli produk resmi di PERSIB Store bukan hanya soal kualitas, tetapi juga bentuk dukungan langsung terhadap klub. Ini bukan sekadar transaksi, tetapi bagian dari cara Bobotoh ikut menjaga PERSIB," lanjutnya.
Sinergi dengan Pemerintah
Senada dengan hal tersebut, Kakanwil Kemenkumham Jabar, Asep Sutandar, mengapresiasi langkah PERSIB yang konsisten mengelola aspek legalitas mereknya. Ia menilai PERSIB dapat menjadi contoh bagi pelaku industri kreatif dan olahraga lainnya di Jawa Barat dalam memproteksi karya dan inovasi.
"Ini penting untuk dilindungi. Sangat penting, kalau tidak dilinudngi bisa dijiplak orang lain, sangat rugi. Kekayaan intelektual PERSIB bisa dililat ada logo ada desain indrustrinya, jersey misalnya, tidak bisa dijiplak," ucapnya.
Pemilihan lokasi di PERSIB Store sendiri bertujuan untuk memberikan bukti nyata bahwa pengelolaan kekayaan intelektual yang baik dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Hal itu pun disampaikan oleh Kepala Dispora Kota Bandung, Sigit Iskandar menyampaikan jika kekayaan intelektual sangat penting dalam dunia olahraga. Dia mencontohkan bagaimana PERSIB dengan prodak resminya bisa memberikan kontribusi bukan hanya untuk tim, namun masyarakat luas.
"Kami konsen mendukung sport tourism dalam memajukan olagraha. Karena olahraga tanpa dukungan anggaran nonsense. Sepertihalnya PERSIB yang menghasilkan sesuatu dari kekayaan intelektualnya dapat mensejahterakan atlet hingga bermanfaat nilai ekonomi bagai masyarakat," ucapnya.
Menutup diskusi, Budi menegaskan, di masa depan, kolaborasi akan terus dibuka luas selama tetap menjaga jati diri klub. "Di PERSIB, kami percaya brand yang kuat lahir dari karya yang dijaga dan kepercayaan yang dirawat," pungkas Budi Ulia.***


