
PERSIB.co.id
Pertemuan PERSIB kontra PSBS Biak pada pekan ke-18 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 25 Januari 2026, akan memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar laga sepak bola. Dalam pertandingan ini, seluruh pemain PERSIB Bandung dipastikan mengenakan ban hitam sebagai simbol empati dan solidaritas atas bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari.
Bencana longsor tersebut meninggalkan duka mendalam. Berdasarkan data yang diterima hingga saat ini, sedikitnya 30 rumah tertimbun material longsor. Peristiwa ini juga menyebabkan 10 orang meninggal dunia dan 78 korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan di lapangan.
Situasi ini menjadi perhatian bersama dan menggugah rasa kemanusiaan seluruh elemen masyarakat Jawa Barat, termasuk keluarga besar PERSIB.
Penggunaan ban hitam oleh para pemain PERSIB bukan sekadar simbol formal, melainkan wujud kepedulian dan rasa kebersamaan klub terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Di tengah atmosfer pertandingan yang sarat semangat dan dukungan dari Bobotoh, PERSIB ingin mengajak semua pihak untuk sejenak menundukkan kepala, mendoakan para korban, serta memberikan dukungan moral bagi keluarga yang terdampak.
Head of Communications PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan bahwa langkah ini lahir dari nilai empati yang selalu dijunjung oleh klub.
"PERSIB tidak pernah berdiri sendiri. Klub ini tumbuh bersama masyarakatnya. Melalui penggunaan ban hitam ini, kami ingin menyampaikan rasa duka yang mendalam dan solidaritas kami kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak bencana longsor di Pasirlangu. Kami berharap para korban yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan," ujarnya.
Lebih lanjut, Adhi menambahkan bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak hati dalam satu momen yang sama.
"Sepak bola memang tentang pertandingan dan prestasi, tetapi di atas itu semua, ada nilai kemanusiaan yang harus selalu kita jaga bersama. Kami berharap pesan empati ini juga sampai kepada seluruh Bobotoh dan masyarakat luas, bahwa PERSIB selalu hadir, tidak hanya saat bersorak dalam kemenangan, tetapi juga saat berbagi duka," tambahnya.
Melalui inisiatif ini, PERSIB kembali menegaskan komitmennya sebagai klub yang tidak terpisah dari denyut kehidupan sosial masyarakat. Laga melawan PSBS Biak di GBLA diharapkan tetap berlangsung dengan semangat sportivitas tinggi, sekaligus menjadi ruang kebersamaan untuk mengirimkan doa dan harapan terbaik bagi Pasirlangu dan seluruh korban bencana.***


