
Fajar Rahman
Bandung Arena menjadi saksi momen istimewa pada Jumat, 30 Januari 2026. Dari tribun, rekrutan anyar PERSIB, Layvin Kurzawa, tampak hadir menyaksikan laga kandang perdana Satria Muda Pertamina Bandung (SMB) melawan Pacific Caesar Surabaya, sekaligus prosesi peresmian nama baru arena yang sebelumnya dikenal sebagai GOR C-Tra Arena.
Peresmian Bandung Arena dilakukan sesaat sebelum tip-off pertandingan antara SMB melawan Pacific Cesar Surabaya. Momentum ini dihadiri oleh CEO PT Persib Bandung Bermartabat Glenn Sugita, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Walikota Bandung M. Farhan, serta CEO IBL Junas Mardiansyah.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menandai babak baru Bandung Arena sebagai ruang olahraga yang diharapkan memberi dampak luas bagi pembinaan dan industri olahraga nasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir menyampaikan bahwa kehadiran Bandung Arena mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, daerah, dan pelaku olahraga profesional dalam membangun infrastruktur yang berkelanjutan.
Menurutnya, fasilitas yang representatif menjadi fondasi penting bagi pembinaan atlet sekaligus penguatan ekosistem olahraga secara menyeluruh.
"Bandung Arena adalah contoh bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan fasilitas olahraga yang tidak hanya layak, tetapi juga visioner. Infrastruktur yang baik akan mendorong lahirnya kompetisi yang sehat dan prestasi yang membanggakan," ujarnya.
Senada dengan itu, Walikota Bandung M. Farhan menilai peresmian Bandung Arena sebagai momentum penting bagi Kota Bandung dalam memperkuat identitasnya sebagai kota olahraga. Ia menegaskan bahwa perubahan nama ini bukan sekadar pergantian identitas, melainkan simbol komitmen jangka panjang untuk menghadirkan ruang publik yang inklusif dan produktif.
"Bandung Arena kami harapkan menjadi rumah bagi lahirnya prestasi, ruang bertemunya masyarakat dengan olahraga, serta penggerak aktivitas positif bagi generasi muda. Ini adalah investasi jangka panjang untuk Bandung dan warganya," kata Farhan.
Dari sisi pengelolaan dan visi klub, CEO PT Persib Bandung Bermartabat Glenn Sugita menegaskan bahwa Bandung Arena merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang profesional dan kolaboratif di Bandung.
Arena ini tidak hanya menjadi kandang bagi Satria Muda Bandung, tetapi juga ruang inspirasi yang membuka peluang sinergi lintas cabang olahraga dan komunitas.
"Bandung Arena kami dedikasikan sebagai simbol kebersamaan, profesionalisme, dan semangat juara. Harapannya, tempat ini hidup dan memberi inspirasi, tidak hanya saat pertandingan berlangsung, tetapi juga dalam keseharian masyarakat Bandung," ujar Glenn.
Sementara itu, dari perspektif kompetisi, CEO IBL Junas Mardiansyah menyampaikan bahwa Bandung Arena memberikan standar baru bagi penyelenggaraan pertandingan bola basket profesional. Ia optimistis kehadiran arena ini akan meningkatkan kualitas pertandingan sekaligus pengalaman menonton bagi publik.
"Kami melihat Bandung Arena sebagai venue yang sangat positif bagi perkembangan liga. Atmosfer yang tercipta akan berdampak langsung pada kualitas kompetisi dan antusiasme penonton," ungkap Junas.
Di tengah atmosfer peresmian tersebut, Kurzawa terlihat menikmati jalannya pertandingan dari tribun, duduk bersebelahan dengan Walikota Bandung. Antusiasme publik Bandung pun terasa kuat sepanjang laga, yang ditutup dengan kemenangan meyakinkan SMB, 106-56.
Kehadiran Kurzawa di Bandung Arena menjadi potret kedekatan PERSIB dengan ekosistem olahraga Kota Bandung. Meski tidak ikut serta dalam rombongan PERSIB ke Surakarta untuk menghadapi Persis Solo, pemain berkebangsaan Prancis itu tetap menunjukkan ketertarikannya pada dinamika olahraga Bandung.
Saat ini, Kurzawa tengah merampungkan dokumen terkait izin tinggal di Indonesia sebelum kembali bergabung penuh bersama tim.
Bandung Arena kini hadir bukan hanya sebagai bangunan, tetapi sebagai ruang harapan. Tempat di mana semangat olahraga, kolaborasi, dan kebanggaan Kota Bandung bertemu dalam satu rumah baru.***


