
Muhammad Jatnika Sadili
Rutinitas memulihkan cedera pemain di lapangan hijau tak membuat Geraldo Santos kehilangan waktu untuk menikmati hidup. Fisioterapis PERSIB asal Brasil ini ternyata seorang penikmat suasana kota. Baginya, Bandung bukan sekadar tempat bekerja, melainkan destinasi healing terbaik.
Geraldo mengungkapkan kekagumannya pada kawasan Jalan Braga yang menurutnya memiliki daya tarik magis, terutama saat malam hari. Daerah lain di sekitaran Bandung pun menjadi lokasi yang tak luput dikaguminya seperti Lembang, Ciwidey dan tempat lain yang menyuguhkan wisata alam.
"Bandung memiliki malam yang indah, restoran yang bagus, dan kopi yang enak," ujar Geraldo dalam sebuah perbincangan santai.
Tak hanya suasana, lidah Geraldo pun kini sudah sangat "lokal". Meski berasal dari Negeri Samba yang kaya akan olahan daging, ia justru menambatkan hatinya pada nasi goreng dan sate. Kombinasi keramahan warga dan kelezatan kuliner inilah yang membuatnya merasa betah dan tak ingin pulang ke Brasil dalam waktu dekat.
Dia mengatakan, keramahan warga Bandung menjadi faktor utama yang membuatnya merasa sangat dihargai. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Bandung, ia merasa diterima dengan tangan terbuka, baik oleh manajemen dan tim PERSIB, maupun masyarakat umum.
"Bandung merupakan kota yang indah, kota yang membuat saya jatuh cinta. Kalau saya bisa, saya akan tinggal di sini selama sisa hidup saya. Saya ke Brasil hanya untuk jalan-jalan saja," canda Geraldo.
"Kalian memperlakukan saya dengan baik dan tidak perlu ada yang dikeluhkan. Saya hanya ingin berterima kasih kepada PERSIB, masyarakat Indonesia, dan warga Bandung yang selalu memperlakukan saya dengan baik," pungkasnya.***


