
Pandu Persada
PERSIB kembali bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 12 April 2026 saat menjamu Bali United pada pertandingan pekan ke-27 Super League 2025/26. Ini menjadi momen kembalinya Maung Bandung bermain di kandang setelah dua laga tandang dan libur Ramadan.
Demi pengalaman menyaksikan pertandingan yang optimal, PERSIB mengajak Bobotoh seluruhnya untuk memahami juga jalur evakuasi. Sebab, keadaan darurat bisa terjadi kapan pun.
Terdapat dua gerbang masuk dan keluar di GBLA, yaitu Gerbang Biru dan Merah. Area penonton tersebar di Lantai Dasar, Lantai 1, Lantai 2 dan Lantai 3. Penonton pun dilarang duduk atau berdiri di tangga karena menjadi jalur dalam evakuasi.
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan seluruh penonton mulai dari sebelum, selama dan setelah pertandingan berlangsung di Stadion GBLA:
- Memahami jalur evakuasi dan 6 titik kumpul saat terjadi situasi darurat atau genting seperti kebakaran, bencana alam, atau situasi darurat lainnya.
- Waspadai beredarnya tiket palsu dengan membeli tiket hanya di PERSIB Apps, bukan membelinya dari pihak-pihak Ketiga yang tidak bertanggungjawab.
- Menyiapkan segala kebutuhan pribadi, termasuk alat kelengkapan untuk mengantisipasi cuaca, seperti turunnya hujan.
- Mendatangi lokasi penukaran e-ticket lebih awal dari yang direncanakan untuk menghindari antrean.
- Menukarkan e-ticket dengan gelang penanda di lokasi yang sudah ditentukan dan langsung mengenakannya di pergelangan tangan kiri. Pelanggaran atas hal ini bisa mengakibatkan tiket hangus.
- Mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan dengan baik pada saat menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung.
- Menjaga ketertiban, kenyamanan dan kebersihan sekitar.
- Menjaga barang-barang pribadi.
- Selalu menghormati kaum hawa/wanita.
Sedangkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan baik sebelum, selama dan setelah pertandingan antara lain;
- Berdiri di jalur evakuasi tribun stadion GBLA, termasuk duduk di tangga. Jalur evakuasi adalah salah satu hal paling penting dalam menjaga keselamatan penonton ketika terjadinya hal-hal darurat.
- No ticket, no game. Bagi Bobotoh yang tidak memiliki tiket dilarang memaksakan diri untuk datang ke stadion. Pengamanan stadion akan lebih ketat dan bertindak tegas untuk mengembalikan siapapun yang berusaha masuk ke stadion tanpa memiliki tiket.
- Membawa dan atau menyalakan flare, suar atau cerawat, bom asap serta barang-barang lainnya yang mengandung bahan peledak ke Stadion GBLA dan sekitarnya. Barang-barang tersebut terbukti secara ilmiah membahayakan orang di sekitar.
- Memaksakan diri masuk ke lapangan baik sebelum, selama maupun setelah pertandingan berlangsung. Baik sebelum maupun setelah pertandingan, PERSIB masih memiliki sajian istimewa berupa hiburan untuk Bobotoh.
- Melakukan pelemparan barang dalam bentuk apapun ke dalam lapangan.
- Membawa senjata tajam (sajam) dan melakukan tindak penganiayaan yang menyebabkan orang lain terluka.
- Memasang, mengibarkan atau menunjukkan bendera, giant flag dan atau spanduk bernada provokatif, SARA, politik dan atau keagamaan.
- Membawa dan atau mengonsumsi minuman keras dan narkoba.
- Membawa laser dan mengoperasikannya mengarah kepada para pemain di lapangan dan perangkat pertandingan.
- Membawa kamera profesional dan mengoperasikannya dari tribun mengarah ke lapangan.
- Melakukan aksi-aksi tidak terpuji dan atau pelecehan seksual.
- Melakukan praktik politik dan menyanyikan lagu atau yel-yel bernada rasis kepada tim/pemain lawan dan perangkat pertandingan.***


