
Muhammad Jatnika Sadili
Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) biasanya identik dengan riuhnya pertandingan. Namun pada Senin, 23 Februari 2026, suasana berbeda hadir di sana.
Di tepi lapangan, dua kakak beradik, Fabio Firgaseta Aldebaran dan Gianluca Firgaseta Alkandara, berdiri menyaksikan sesi latihan terbuka PERSIB dari jarak yang tidak biasa. Hari itu, mereka tidak datang sebagai penonton di tribun, melainkan sebagai tamu undangan klub.
Kehadiran mereka berawal dari sebuah aksi sederhana beberapa bulan lalu. Saat PERSIB menjamu PSM Makassar pada 27 Desember 2025, di tengah euforia pertandingan yang telah usai, keduanya memilih tetap tinggal di tempat duduk mereka.
Bukan untuk berfoto atau menunggu pemain keluar, tetapi untuk memunguti sampah di sekitar area tribun. Tanpa diminta. Tanpa perhatian. Hanya karena merasa stadion itu adalah rumah bersama.
Momen tersebut terekam dan kemudian menyebar di media sosial. Banyak yang tersentuh melihat bagaimana kecintaan terhadap klub dapat diwujudkan lewat tindakan kecil yang bermakna.
Sebagai bentuk apresiasi, PERSIB mengundang Fabio dan Gianluca untuk menyaksikan langsung sesi latihan tim. Dari dekat, mereka melihat aktivitas Marc Klok dan rekan-rekannya menjalani instruksi pelatih Bojan Hodak.
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan bahwa undangan ini merupakan bentuk penghargaan atas kepedulian yang ditunjukkan keduanya.
"Apa yang dilakukan Fabio dan Gianluca menjadi pengingat bahwa mencintai klub juga berarti menjaga rumahnya. Kami berharap semangat ini bisa menginspirasi banyak pihak," ujarnya.
Sepanjang latihan berlangsung, keduanya tampak tak ingin melewatkan satu pun momen. Mereka menyimak jalannya sesi, sebelum akhirnya berkesempatan berfoto dan mendapatkan tanda tangan para pemain.
Pengalaman tersebut mungkin singkat, namun pesan yang dibawa jauh lebih besar. Bahwa mencintai klub tidak selalu tentang dukungan di tribun, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap lingkungan yang menjadi milik bersama.
Karena pada akhirnya, stadion bukan hanya tempat bertanding, tetapi rumah yang dijaga bersama.***


